Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Teka-teki Sandi, Tinggalkan Prabowo dan Gabung ke PAN?

25 April 2019   21:39 Diperbarui: 25 April 2019   21:47 0 7 6 Mohon Tunggu...
Teka-teki Sandi, Tinggalkan Prabowo dan Gabung ke PAN?
Foto: Kompas.com

Teka-teki langkah politik cawapres Sandiaga Uno usai Pemilu makin sulit ditebak. Apakah ia akan kembali sebagai Wagub DKI atau bergabung dengan partai politik lain? Isu beredar, Sandi tak lagi tertarik kembali sebagai DKI-2, walau peluang untuk kembali duduk di singgsana itu tetap terbuka. Sebagai gantinya, Sandi dikabarkan bakal berlabuh di Partai Amanat Nasional (PAN). Kok bisa?

Aneh memang, sebab Sandi selama ini dikenal sebagai kader Gerindra terutama setelah resmi diusung Gerindra dan PKS sebagai cawagub DKI pada 2017 lalu. Kemudian, Sandi juga dipinang sebagai cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Tetapi kenapa Sandi malah ingin bergabung ke PAN?

Memang, usai resmi dipinang sebagai cawapres, Sandi juga langsung hengkang dari Gerindra. Hal ini bisa dimaklumi demi menghargai rekan koalisi Gerindra yakni PKS, PAN, dan Demokrat. Tak elok juga apabila capres dan cawapres berasal dari partai yang sama yakni Gerindra. Sampai di sini, alasan hengkangnya Sandi dari Gerindra masih bisa dimaklumi. Tetapi kenapa harus sekarang bergabung dengan PAN?

Semula, heboh gabungnya Sandi ke parpol besutan Amien Rais itu dilontarkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Menurut Prasetio seperti dilansir detikcom, Kamis (25/4/2019), Sandi mustahil kembali diusulkan sebagai Wagub DKI lantaran ia kini sudah tak lagi kader Gerindra. Sementara parpol pengusung Anies-Sandi pada Pilgub DKI adalah Gerindra dan PKS.

Pernyataan Prasetio bahkan dikuatkan Sekjen PAN Eddy Soeparno yang mengaku telah menyiapkan kartu tanda anggota (KTA) PAN untuk Sandi. Tinggal menyerahkan saja sembari menunggu kesiapan Sandi.

Nah, bila Sandi memang betul-betul bergabung dengan PAN, itu berarti Gerindra dan Prabowo sudah resmi ditinggalkan. Namun apakah semudah itu Sandi meninggalkan Prabowo? Ada apa sebenarnya yang terjadi di antara Prabowo dan Sandi?

Spekulasi ini tentunya akan bisa terjawab tuntas setelah KPU mengumumkan secara resmi hasil Pemilu pada 22 Mei 2019 nanti. Jika pasangan Prabowo-Sandi dinyatakan kalah dari pasangan Jokowi-Ma'ruf, maka kemungkinan bergabungnya Sandi ke PAN menjadi sangat mungkin.

Alasan paling logis, Sandi sedang membidik Pemilu 2024. Untuk itu, ia membutuhkan kendaraan politik yang bakal memuluskan langkahnya itu. PAN menjadi salah satu parpol yang sangat terbuka digunakan Sandi sebagai kendaraan politiknya.

Lantas, apakah Sandi akan betul-betul meninggalkan Prabowo? Teka-teki yang sangat menarik dinantikan.