Mohon tunggu...
Sungkowo
Sungkowo Mohon Tunggu... Guru - guru

Sejak kecil dalam didikan keluarga guru, jadilah saya guru. Dan ternyata, guru sebuah profesi yang indah karena setiap hari selalu berjumpa dengan bunga-bunga bangsa yang bergairah mekar. Bersama seorang istri, dikaruniai dua putri cantik-cantik.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Balap Motor Liar (Remaja) Perlu Edukasi Bersama

6 Februari 2023   20:04 Diperbarui: 6 Februari 2023   23:07 1161
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
lustrasi balap liar (KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN ) 

Akhir-akhir ini pada setiap malam Minggu di salah satu jalan utama di pusat kota, Kudus, Jawa Tengah, dapat dijumpai remaja berkumpul di tepian jalan.

Mereka membentuk kelompok-kelompok. Bisa lima hingga sepuluh remaja satu kelompoknya. Mereka bermotor.

Satu kelompok terkonsentrasi di lokasi tertentu di tepi jalan itu. Kelompok yang lain berada di lokasi yang berbeda, agak sedikit jauh.

Pun demikian kelompok yang lainnya lagi terpusat di lokasi lain. Lebih kurang setengah tepian jalan utama yang salah satu ujungnya bermuara di alun-alun Simpang Tujuh, itu ramai.

Saya kerap melihatnya ketika pulang dari gereja agak malam. Ada rasa khawatir sebab biasanya anak-anak seusia mereka senang berulah, apalagi terlihat kumpul-kumpul.

Baru kemudian saya mengetahuinya bahwa mereka berkumpul tersebut karena sedang melihat atau mengikuti balap motor liar. 

Untuk memastikannya, pada lain waktu, saya menanyakan hal itu kepada beberapa orang. Jawabannya sama, yaitu balap motor liar oleh kelompok remaja.

Saya juga mendapat informasi tambahan bahwa mereka, baik pembalap liar maupun penontonnya, sering kucing-kucingan dengan polisi.

Kalau mereka ketahuan polisi, baik yang pembalap maupun penontonnya, segera meninggalkan lokasi. Polisi bisa menangkapnya jika terlambat meninggalkan lokasi tersebut. Bisa saja pembalapnya, bisa juga penontonnya yang ditangkap.

Bahkan, berdasarkan informasi dari beberapa siswa saya di sekolah, pada situasi seperti itu pembalap dan penontonnya tidak selalu langsung pulang ke rumah. Mereka berada di lokasi lain sambil menunggu polisi sudah pergi atau belum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun