Puisi Pilihan

Luka Itu Sampai di Sini

13 Juni 2018   05:12 Diperbarui: 13 Juni 2018   06:01 663 24 8

Ternyata wanita dan anak

Tak ada gunanya

Di negeri suci peninggalan 

Para nabi

Mestinya do' a di panjatkan

Lalu mengapa

Pembunuhan di biarkan

Tangis  tak membuka hati

Kematian menjadi lalapan 

Tiap hari

Kehilangan ayah

Kehilangan ibu

Kehilangan saudara

Rumah dan tempat bermain

Iramanya bau amis darah

Rintihan

Teriakan 

Silih berganti

Hilang kaki

Hilang hilang mata

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3