Puisi Pilihan

Luka Itu Sampai di Sini

13 Juni 2018   05:12 Diperbarui: 13 Juni 2018   06:01 462 23 7

Ternyata wanita dan anak

Tak ada gunanya

Di negeri suci peninggalan 

Para nabi

Mestinya do' a di panjatkan

Lalu mengapa

Pembunuhan di biarkan

Tangis  tak membuka hati

Kematian menjadi lalapan 

Tiap hari

Kehilangan ayah

Kehilangan ibu

Kehilangan saudara

Rumah dan tempat bermain

Iramanya bau amis darah

Rintihan

Teriakan 

Silih berganti

Hilang kaki

Hilang hilang mata

Hilang hati


Oh, mengapa berlama lama


Di manakah manusia dunia

Di sana tank melawan ketapel

Di sana nyawa tak berharga

Di sana air dan makanan tak ada


Bukankah kemerdekaan hak

Segala bangsa

Ribuan jasad mengerang

Peluru peluru bersarang

Dalamnya otak berisi perang


Aku tak mengerti

Mengapa orang diam

Bukankah itu teroris sejati


Padahal perih itu sampai di sini

Luka itu sampai di sini

tetesan darahmu sesaki hati

Tangisanmu itu menguliti dada ini

Palestina....

Hanya do'a bagimu yang tak henti

Tak henti, tak akan pernah berhenti


Yakinlah Allah senantiasa melindungi

Menjagamu dari setiap sudut negeri

Seyakin jiwamu 

Do'a do'a bagimu menjadi senjata ampuh

Dari negeri yang jauh


Cimahi, 13 Juni 2018