Puisi Pilihan

Puisi | Detak

15 Februari 2018   05:53 Diperbarui: 15 Februari 2018   13:24 260 4 3
Puisi | Detak
ilustrasi (pixabay)

Detak jantung mendahului detik di atas 

kepalaku

MengingatMu membuat getaran semakin

menalu 

Jalan jalan panjang terserak 

Tentang aku dan waktu berkejaran jejaknya 

Tercecer di lorong lorong hati


Siapa yang menunggu siapa

Waktukah yang terus berlari atau hariku

Yang lamban

Atau lengang yang tak lekang melupakan

Ratusan mil berbisik pelahan di pelataran

Pagi mulai datang menyambut langkah 

Memang detak dan detik berjalan 

beriringan


Jalani  hidup di ruang tunggu

Mengais ampun  hingga ke urat nadi  

enggan berdenyut lagi


Cimahi, 14 Februari 2018