Opa Jappy
Opa Jappy Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Akun Resmi Jappy M Pellokila di Kompasiana.Com dengan motto Bebas Menyuarakan Kebebasan. Tulisan lain: https://artikel867913207.wordpress.com http://jappy.8m.net https://twitter.com/OpaJappy">https://twitter.com/OpaJappy Dan juga ada di Berbagai Media Nasional dan LN. Akun Lama http://www.kompasiana.com/jappy

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Moeldoko Sanggup Menghadang Prabowo dan Gatot

11 Juli 2018   13:22 Diperbarui: 11 Juli 2018   13:25 396 0 0
Moeldoko Sanggup Menghadang Prabowo dan Gatot
Dokumentasi Tribun Medan

Pendaftaran Kandidat Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres RI tahun 2019 sudah menghitung hari; namun hingga kini belum ada tanda-tanda pasti dan penuh kepastian siapa-siapa saja yang menjadi kandidat. [Mungkin] Hanya satu yang jelas dan pasti, yaitu Ir Joko Widodo sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019, namun siapa calon wakilnya, masih penuh Tanya.

Selain Ir Joko Widodo, siapa lagi yang (akan) maju? Semuanya masi abu-abu, bahkan tak jelas dan gelap. Amin Rais dan ...; adakah Parpol yang mendukung Amin dan pasangannya?  Sembilan kandidat Presiden dari PKS; adakah Parpol lain yang mendukung salah satu di antara mereka? Dan seterusnya, masih ada daftar panjang kandidat Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres RI Tahun 2019.

Dari sejumlah daftar panjang tersebut, ada Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto dan Jend TNI (Pur) Gatot Nurmantiyo; saya, mungki juga publik, menilai bahwa dua sosok tersebut paling obsesi dan agresip menjadi Presiden RI. Prabowo yang sudah pernah gagal sebagai Kandidat Wakil Presiden dan Kandidat Presiden pada Pilpres RI sebelumnya. Sementara Gatot Nurmantiyo baru (mau) mencoba peruntungang di tahun 2019.

Kedua mantan Jenderal tersebut, Prabowo dan Gatot, sebagaimana terekam pada 'jejak digital,' sangat jelas melakukan manuver-manuver politik ke berbagi area dan arena publik agar mendapat keterpihakan serta 'penerimaan publik.' Sementara itu Amin Rais dan .... (entah siapa calon wakilnya) masih sibuk dengan mengkiritisi (yang menjurus) Presiden Jokowi dan Pemerintah.

Khususnya Prabowo dan Gatot, agaknya, mereka masih (mencoba) memainkan 'pengaruh militernya' ketika masih sebagai prajurit aktif. Pengaruh tersebut, diharapkan, bisa menariak para 'adik kelas' mereka di Akmil atau pun 'yunior' di berbagai kesatuan agar menjadi pendukung (akti dan pasif) ketika keduanya mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada tahun 2019.

[Menurut saya] Presiden Jokowi (Linkaran Terdekatnya) tahu persis manuver politik Prabowo dan Gatot. Mereka mencermati dengan saksama, dan mungkin juga Parpol pendukung Presiden Jokowi juga melakukan hal yanga sama. Oleh sebab itu, Jokowi dan Parpol pendudkungnya perlu menentukan langkah yang tepat untuk menghentikan langkah Prabowo dan Gatot. Jika mereka salah menentukan Kandidat Wakil, maka tahun 2019, kursi Presiden RI bergeser ke Prabowo atau Gatot.

Lalu, bagaimana langkah yang tepat? Saya tak mau berkira-kira, tapi sekedar memberi usul yang kecil. Sehingga, menurut saya, tepat jika Jend TNI (Pur) Moeldoko menjadi pendamping Presiden Jokowi pada Pilpres RI pada tahun 2019.  

Pengaruh Moeldoko di TNI, menurut beberapa teman, masih sangat kuat, bahkan lebih berperngaruh daripada Parbowo dan Gatot. Dengan demikian, mampu mempersulit langkah Prabowo dan Gatot untuk mencari dukungan dari Keluarga Besar TNI dan Polri.

Jadinya, 'hanya seorang Moeldoko,' sebagai sosok yang berhadapan dengan Prabowo dan Gatot, dan ia akan tampil sebagai pemenang. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi dan Parpol pendukungnya, sebaiknya, tidak sia-siakan peluang tersebut. Mereka tak boleh ragu memilih Moeldoko sebagai Pendamping Jokowi pada Pilpres RI tahun 2019.

Opa Jappy | Indonesia Hari Ini