Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah wiraswasta

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. Http://omnduut.com | IG : @Omnduut

Selanjutnya

Tutup

Sehatsaatpuasa Pilihan

Dibuat Tak Berdaya oleh Es Kacang Merah

1 Juni 2018   08:02 Diperbarui: 1 Juni 2018   08:08 1095 3 5
Dibuat Tak Berdaya oleh Es Kacang Merah
Foto milik pribadi

Baru di Ramadan 2018 ini ada pola yang berubah di keluarga kami saat berbuka puasa. Jika di tahun-tahun sebelumnya kami (hampir) selalu berbuka puasa dengan minum sirup atau jus dingin, di tahun ini, kami memecahkan puasa dengan minum air putih hangat dan makan satu-dua butir kurma saja.

Baru di Ramadan 2018 ini ada pola yang berubah di keluarga kami saat berbuka puasa. Jika di tahun-tahun sebelumnya kami (hampir) selalu berbuka puasa dengan minum sirup atau jus dingin, di tahun ini, kami memecahkan puasa dengan minum air putih hangat dan makan satu-dua butir kurma saja.

"Enak, tarawih jadi nggak ngantuk," kalau kata adik saya.

Dan benar saja, saat ngegoogling, saya menemukan satu artikel yang menyebutkan salah satu manfaat minum air hangat itu untuk meminimalisasi rasa kantuk. Walau begitu, kami sekeluarga masih kok minum minuman dingin, namun dilakukan setelah tarawih sambil makan camilan. Ya, di keluarga kami, camilan memang dimakan setelah tarawih, bukan saat berbuka puasa hehehe.

Si primadona kacang merah. Foto dari hellosehat.com
Si primadona kacang merah. Foto dari hellosehat.com
Ada banyak sekali jenis minuman dingin yang biasanya dipersiapkan ibu  saya di rumah. Paling mudah memang membuat es buah. Kadang-kadang, ibu  juga menyiapkan es cincau tape atau es dawet. Namun, yang paling saya  suka adalah es kacang merah.

Minuman Kebanggan Warga Kota Palembang

Terus terang saja, awalnya saya nggak ngeh jika Es Kacang Merah itu adalah minuman khas Palembang. "Lha wong  kacang merah kan ada di mana-mana, pasti semua bisa bikin," pikir saya  dulu. Eh ternyata nggak begitu. Bisa jadi di beberapa daerah lain ada  juga yang jual es kacang merah, terutama di provinsi tetangga, namun  rasanya beda. Es kacang merah yang nendang itu ya yang ada di Palembang.

Makanya, begitu ada teman yang datang, salah satu request mereka itu ialah, "mau icip es kacang merah."

Kacangnya mengendap di bawah. Yum! Foto milik pribadi
Kacangnya mengendap di bawah. Yum! Foto milik pribadi
Warga Palembang yang sudah lama menetap di kota lain juga ketika pulang kampung yang dicari es kacang merah ini. "Di Jakarta ada yang jual, tapi rasanya gak enak. Beda banget kacangnya. Mungkin cara mengolahnya nggak benar sehingga kacangnya kurang nendang," sahut salah satu teman saya.

Keberadaan es kacang merah sendiri turut menambah khasanah keberagaman kuliner nusantara khususnya dalam hal minuman. Di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) II tahun 2017 lalu, Es Kacang Merah bahkan masuk ke dalam nominasi Minuman Tradisional Terpopuler 2017, bersaing dengan 9 minuman dari berbagai daerah lain seperti Air Guraka (Ternate), Es Selendang Mayang (Jakarta), Kopi Hijau Wamena (Jayawijaya), Teh Talua (Padang) dan beberapa lainnya.

Minum es kacang merah ditemani pempek dan kawan-kawannya. Foto milik pribadi.
Minum es kacang merah ditemani pempek dan kawan-kawannya. Foto milik pribadi.
Yang dicari perantauan saat pulang kota ke Palembang. Es kacang merah :) foto milik pribadi.
Yang dicari perantauan saat pulang kota ke Palembang. Es kacang merah :) foto milik pribadi.
Ketika Pak Bondan Mencicipi Es Kacang Merah

Siapa yang tidak kenal Pak Bondan, seorang praktisi kuliner yang terkenal dengan program TV Wisata Kuliner dan jargon, "maknyus"-nya itu. Nah, di salah satu episode kunjungannya ke Palembang, Pak Bondan tak lupa untuk mencicipi kesegaran es kacang merah ini.

Bersama artis cantik Hannah Al Rasyid, Pak Bondan mendatangi salah satu penjual es kacang merah yang cukup terkenal di Palembang, yakni Es Kacang Mamat di kawasan Lapangan Hatta. Klik di sini untuk melihat video lengkapnya. Atau bisa juga simak video bikinan Kompas TV Palembang yang satu ini.


Butuh keahlian dan jam terbang untuk dapat membuat es kacang merah sehingga terasa enak. Seperti yang terungkap di video, setidaknya butuh 14 jam untuk mengolah kacang merahnya saja. Kacang merah harus dimasak dengan tingkat keempukan yang pas. Jika masih keras, makanya kurang enak. Begitupun jika terlalu lembek, sudah hilang senasi, "kres kres" kacang merah saat dimakan.

Manfaat Kacang Merah

Es Kacang Merah Mamat ini letaknya tidak terlalu jauh sih dari rumah. Namun, jadi "PR" bagi saya yang tinggal di kawasan Seberang Ulu kalau mau beli di sana soalnya harus melewati Jembatan Ampera yang macet. Pun jika harus ke Pempek Vico, salah satu gerai penjual es kacang merah yang saya sukai, tetap saja harus ada effort khusus untuk ke sana.

Penjual Es Kacang Merah langganan saya. Es Cex Nanda. Foto milik pribadi.
Penjual Es Kacang Merah langganan saya. Es Cex Nanda. Foto milik pribadi.
Untungnya, tak jauh dari rumah, tepatnya di depan toko sendiri, ada penjual yang menjual aneka es/minuman dingin termasuklah es kacang merah ini. Dengan harga yang "hanya" sepertiga dari harga Es Kacang Merah Vico atau setengah dari harga Es Kacang Merah Mamat, saya sudah dapat menikmati kesegaran dan kenikmatan es kacang merah ini.

 Jadilah, di Ramadan ini, secara berkala saya memesan es kacang merah untuk disantap bersama pasca tarawih. Menyantap es kacang merah sambil makan pempek, tekwan atau model adalah kenikmatan yang HQQ haha. Yang bikin senang lagi, banyak manfaat yang terkandung dari kacang merah.

Pertama, kacang merah dapat melancarkan pencernaan. Nih, dalam 100 gram kacang merah, terkandung 13 gram serat larut dan tak larut. Serat ini mampu "mendorong" makanan dalam usus sehingga saluran pencernaan lancar. Serat juga mampu membuang racun dan menjaga keasaman lambung sehingga dapat menghindari sembelit atau diare.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2