Mohon tunggu...
Okti Nur Risanti
Okti Nur Risanti Mohon Tunggu... Deus est ergo sum

Menulis adalah salah satu upaya saya dalam memenuhi misi mandat budaya.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

FAQ: Rendah Hati

13 September 2019   20:08 Diperbarui: 13 September 2019   20:17 0 1 0 Mohon Tunggu...
FAQ: Rendah Hati
Hati Kristus (dengri, Pixabay)


Apa itu rendah hati?

Tidak sombong.

Itu aku tahu.
Definisikan sifat itu.

Sifat yang tidak sombong.

Serius dong.

Iya, serius.
Rendah hati berarti tidak sombong.
Lihat KBBI.

Ok.
Kuganti pertanyaannya.
Menurutmu, bagaimana kita bisa menjadi rendah hati?

Sulit.

Maksudmu?

Kita sulit menjadi rendah hati.
Sebab, natur kita pada dasarnya selalu ingin lebih dibanding yang lain.
Dosa terjadi karena manusia tidak mau tunduk kepada Allah, dan ingin menjadi sama seperti Allah.
Lucifer juga jatuh karena kesombongannya.

Jadi, menurutmu, manusia sulit untuk rendah hati?

Ya.
Meski begitu, pernah ada satu pribadi yang rendah hati, dan bahkan menjadi definisi dari kerendahan itu sendiri.

Oh ya?
Siapa?

Kristus.

Dia pribadi.
Mengapa Dia disebut rendah hati?

Sebab, Dia meninggalkan semua yang dimiliki-Nya untuk menjadi sama dengan kita.
Dalam seluruh hidup dan karya-Nya,
dari awal hingga akhir,
Dia taat kepada Allah, bahkan taat sampai mati.
Dan, itu rela dilakukan-Nya,
semata karena Dia ingin memuliakan Allah.
Itulah inti kerendahan hati.
Memuliakan Allah.

Yah, Dia Pribadi yang berkuasa.
Mudah saja untuk melakukannya.

Tidak.
Itu tidak mudah.
Bayangkan, Pencipta mau taat kepada ciptaan-Nya.
Itu satu paradoks yang sulit untuk dilakukan.

Maksudmu?

Dikatakan, Kristus adalah satu-satunya manusia yang tidak pernah berbuat dosa.
Itu artinya, Dia menjalani semua hukum Taurat secara sempurna, termasuk hukum ke-5, yaitu taat dan hormat kepada ayah dan ibu-Nya.
Itulah yang dilakukan-Nya kepada Yusuf dan Maria sebagai seorang anak.
Bayangkan, dalam sejarah kita, pernah terjadi Allah taat dan hormat kepada manusia fana.
Bukankah itu sulit dipahami?
Jika Dia bukan rendah hati, Dia tidak akan melakukannya.

Benar. Luar biasa.
Tapi, masakan kita tidak bisa menjadi rendah hati?

Sulit.
Bahkan, ketika kita sudah merasa menjadi orang baik,
sesungguhnya kita sudah menjadi sombong.

Loh,  mengapa begitu?

Siapa yang memampukan kita untuk menjadi orang baik?
Siapa yang memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi baik?

Aku bingung dengan pertanyaanmu.
Kita menjadi orang baik, karena kita memilih jadi orang baik.

Tidak begitu.
Kalau karena pilihan, jujur saja,
kita pasti akan terus gagal.
Natur berdosa kita membuat kita cenderung untuk terus berbuat jahat.

Berarti kita tidak baik?

Tidak.
Hanya ada satu pribadi  yang baik. Kristus.

Tapi, jika katamu tidak ada manusia yang baik, mengapa kita masih dapat merasakan kebaikan di dunia ini?

Karena, Allah yang mengusahakan kebaikan itu kepada kita, melalui kita, dan terhadap kita.

Ah, sulit sekali paham maksudmu.
Coba jelaskan.

Jika kita bisa membantu orang lain dengan uang yang kita miliki,
itu karena Allah yang memampukan kita.
Mengapa kita bisa memiliki uang untuk membantu yang lain?
Karena kita bekerja.
Dan, mengapa kita bisa bekerja?
Karena Allah memberi kita kesehatan, kemampuan, kesempatan, dan napas setiap hari yang memampukan kita untuk hidup, dan bekerja.
Bayangkan jika hari itu nyawa kita diambil, berarti kita tidak mampu lagi bekerja, tidak mampu lagi mencari nafkah, tidak mampu lagi memiliki uang, dan dengan demikian, tidak mampu lagi membantu orang lain.
Itu artinya, kita bisa berbuat baik, semata karena Allah yang memberi kita kesempatan untuk bisa berbuat baik.
Itulah sebabnya, kita tidak bisa merasa berjasa karena berbuat baik, menjadi bangga, atau merasa sudah jadi orang baik karena itu.
Kita hanya alat.
Allahlah yang mengizinkan dan mengusahakan semua itu bisa terjadi kepada kita.

Baik.
Sekarang, aku mengerti maksudmu.

Nah, baru pada saat kita sudah sampai pada kesadaran itu, bahwa di luar Allah, kita tidak mampu berbuat apa-apa,
kita akan mampu mengembangkan kerendahan hati.
Kita jadi mampu mengembalikan semua kemuliaan dan pujian hanya kepada Allah.
Itulah artinya menjadi rendah hati.

Luar biasa.
Terima kasih sudah dicerahkan.
Sekarang, aku tahu apa itu kerendahan hati.

Bagus.
Lalu, apa definisimu?

Kristus.