Mohon tunggu...
Fauji Yamin
Fauji Yamin Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Tak Hobi Nulis Berat-Berat

Institut Tinta Manuru (faujiyamin16@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Mimpi Pemilik Warkop di Bawah Kaki Gunung Merapi

14 November 2022   11:08 Diperbarui: 30 November 2022   13:15 1395
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jalur Selo masih menyisahkan cerita bagi saya. Beberapa kali kunjungan, ketertarikan dan kekaguman pada ladang-ladang di bawah kaki Gunung Merapi dan Merbabu ini.

Rumah-rumah yang berjejer dibukit-bukit, jalur berkelok-kelok, pemandangan dan udara yang asri, penduduk desa yang aktif bekerja di ladang, bau-bau khas tumpukan pupuk hingga suasana pedesaan yang begitu memikat. 

Jalur yang menghubungkan Boyolali dan Magelang ini terhitung sudah saya lewati enam kali dalam dua bulan belakangan. Dan, tidak pernah ada sedikit pun rasa bosan menghantam. Apalagi bertemu dengan orang-orang dengan berbagai latar dan kisah yang memikat.

Salah satunya Bu Mukiyem dan anaknya Haris. Penduduk lokal yang membuka usaha warung kopi di Desa Samirang.

Pertemuan selalu terjadi karena ada sebab dan takdir, selalu punya cara tersendiri mempertemukan seseorang. 

Begitupun dengan saya, bertemu Bu Sukiyem ketika mampir ke warung. Hujan dan kabut yang menyelimuti jalur Selo membawa saya ke sini.

***

Pemandangan dari dalam Warkop (dokumentasi pribadi)
Pemandangan dari dalam Warkop (dokumentasi pribadi)

Hujan deras disertai kabut tebal membuat jarak pandang terganggu. Motor yang saya pacu sesekali harus dipelankan. Menerka-nerka posisi tikungan dan jalan agar tidak salah.

Petaka bagi saya dan teman ialah tidak memakai jas hujan. Dan lebih sial lagi, saya hanya memakai kameja tanpa jaket sebagai pelindung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun