Mohon tunggu...
Abu Ubaidillah
Abu Ubaidillah Mohon Tunggu... Seorang Blogger

A Blogger, SEO and Social Media Enthusiast, Graphic Designer and Web Developer.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Hukum dan Keutamaan Membaca Doa Iftitah dalam Salat

10 Agustus 2019   10:01 Diperbarui: 10 Agustus 2019   10:32 1159 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hukum dan Keutamaan Membaca Doa Iftitah dalam Salat
doa iftitah

Hukum Doa Iftitah

Doa iftitah adalah satu bacaan doa didalam sholat yang dibaca satu kali didalam sholat setelah laksanakan takbiiratul-ihraam pertama sebelum akan membaca surat al Fatihah. Bacaan ini dibaca dengan pelan baik oleh imam dan makmum didalam sholat berjamaah atau sholat sendirian. (Baca juga: Keutamaan Shalat Ashar Berjamaah).

Di Indonesia sendiri terkandung dua versi doa iftitah yang lazim dibaca pas sholat fardhu lima waktu. Perbedaan bacaan ini dibedakan berdasar versi Islam Nadhlatul Ulama (NU) dan versi Islam Muhammadiyah. 

Terlepas berasal dari bacaannya, hukum membaca doa iftitah didalam sholat itu sendiri adalah sunnah, lebih tepatnya adalah sunnah hajat. Artinya, amalan ini adalah sunnah yang terkecuali ditinggalkan secara sengaja maupun tidak sengaja, maka  tidak disunnahkan untuk laksanakan sujud sahwi. 

Namun, dikarenakan hukumnya yang sunnah, alangkah ruginya terkecuali kami meninggalkannya dikarenakan dengan melakukannya kami dapat mendapat tambahan pahala berasal dari Allah. (Baca juga: Dasar Hukum Islam)

Imam Nawawi, seorang ulama besar bermazhab Syafi'i, benar-benar memberi saran para muslimin dan muslimah untuk membaca doa iftitah di tiap tiap sholatnya, baik sholat harus maupun sholat sunnah. 

Bahkan, bagi muslim yang skait dan harus sholat sambal berbaring, atau bagi musafir yang sholat di perjalanan, membaca doa iftitah terhitung selalu dianjurkan. Lalu, bagaimana terkecuali seseorang meninggalkan bacaan doa iftitah didalam sholatnya?

Berkaitan dengan hukum doa iftitah itu sendiri yang sunnah, maka terkecuali seorang muslim meninggalkannya didalam sholat, sholatnya selalu sah dan tidak batal. 

Maka, terkecuali kamu merasa pernah lupa membaca doa iftitah didalam sholat, kamu tidak harus cemas mengenai sah tidaknya sholat yang kamu lakukan. Sholat yang kamu laksanakan selalu sah, namun kamu tidak dapat mendapat pahala sunnah berasal dari bacaan doa iftitah.

Namun, terkecuali kami mengkaji hukum membaca doa iftitah didalam sholat sunnah yang kuantitas salamnya berbilang, para ulama miliki perbedaan pendapat. Sebagai misal sholat dengan kuantitas salam berbilang adalah sholat tarawih, sholat dhuha, sholat rawatib dengan dua kali salam. 

Para ulama berlainan pendapat mengenai mana yang lebih afdhal antara doa iftitah dibaca di tiap tiap awal sholat sejumlah takbiiratul-ihraam atau memadai dibaca sekali di awal sholat.

Sementara itu, pendapat kedua menunjukkan bahwa doa iftitah dibaca tiap tiap selesai takbiiratul-ihraam. Dalil yang mendasari pendapat ini adalah hadis Abu Hurairah ra, bahwa setial Rasulullah saw usai takbiiratul-ihraam, beliau diam sejenak. 

Hal ini membuatnya bertanya, 'Ya Rasulullah, apa yang And abaca disaat kami tidak mendengar nada Anda antara takbiiratul-ihraam dan fatihah?' dan Nabi Muhammad menjawab, 'Saya membaca doa iftitah, "Allahumma baa'id bainii wa baina kha-thaayaa-ya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib..."'

Dari hadis tersebut, secara tekstual disimpulkan bahwa Nabi Muhammad membaca doa iftitah di tiap tiap takbiiratul-ihraam. Hal ini berlaku baik pas sholat harus maupun sholat sunnah, terhitung sholat sunnah yang kuantitas salamnya berbilang layaknya tarawih.

Keutamaan Doa Iftitah

Meski sholat yang kami laksanakan selalu sah walaupun tidak membaca doa iftitah, namun alangkah ruginya terkecuali kami membebaskan peluang mendapat pahala tambahan berasal dari amalan gampang ini. 

Namun, apakah kamu merasa berat untuk meningkatkan bacaan iftitah disaat sholat, terlebih sholat yang kuantitas salamnya berbilang layaknya tarawih?

Ketika sholat tarawih, kamu mampu membaca doa iftitah yang lebih pendek, keliru satunya "Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih..". bacaan ini miliki arti "Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh keberkahan".

Nabi Muhammad saw pernah mendengat ada kawan akrab yang membaca doa iftitah ini, kemudia beliau mengatakan, "Saya menyaksikan ada 12 malaikat yang berebut untuk mengantarkan doa ini (kepada Allah)". (HR. Muslim 1385, Ibnu Hibban 1761, dan yang lainnya).

Dengan jelas keutamaan membaca doa iftitah itu, maka sayang sekali bukan terkecuali kami meninggalkannya dengan sengaja? Sungguh Allah berikan kami banyak sekali langkah untuk memperoleh pahala kebaikan, bahkan dengan amalan yang kecil sekalipun. Untuk itu, yuk merasa sekarang jangan kami anggap sepele kembali bacaan doa iftitah, meski hukum membacanya didalam sholat tidaklah wajib.

Referensi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN