Gaya Hidup Pilihan

Apakah Semua Pengemudi "Ojek Online" Profesional dalam Bekerja?

17 April 2018   00:28 Diperbarui: 17 April 2018   01:11 829 2 0
Apakah Semua Pengemudi "Ojek Online" Profesional dalam Bekerja?
Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

 Kehadiran ojek online di zaman sekarang sangat memudahkan aktivitas terlebih bagi yang tinggal di kota-kota besar yang rentan dengan kemacetan, contohnya di Jakarta. Waktu yang biasanya dihabiskan berjam-jam di tengah kemacetan, hanya dihabiskan dalam hitungan menit saja apabila menggunakan ojek online.

Ojek online juga dikenal dengan kemurahannya, tarif yang dikenakan oleh ojek online dibandingkan dengan ojek konvensional dapat dikatakan jauh lebih murah. Selain itu, keamanan penumpang pun terjamin apabila menggunakan ojek online, karena dalam proses ordernya terpantau oleh sistem hingga tersedianya asuransi apabila terjadi kecelakaan, serta yang paling penting adalah identitas dan latar belakang driver diketahui.

Namun diantara semua jaminan yang ditawarkan oleh perusahaan ojek online, apakah semua driver bertindak profesional? 

Nyatanya, terdapat beberapa driver yang sedang marak menggunakan aplikasi fake GPS, aplikasi ini dimanfaatkan driver untuk memudahkannya mendapatkan orderan. Dengan aplikasi ini, driver tidak perlu menunggu lama untuk mendapat orderan, karena mereka dapat mengatur posisi GPS mereka di tempat yang ramai, sedangkan mereka berada di tempat lain.

Beberapa driver juga bertindak curang, untuk mendapatkan bintang mereka akan melakukan order palsu yaitu melakukan order menggunakan aplikasi orang lain yaitu dari aplikasi teman, atau aplikasi buatan.

Hal yang terjadi yang mirip dengan order palsu ini adalah, driver menerima orderan dari penumpangnya namun tidak kunjung datang, namun secara tiba-tiba orderan tersebut akan diselesaikan oleh driver dan seakan meminta penilaian dari penumpangnya hanya untuk mendapatkan bintang dengan cara curang.

Apakah sistem pemantauan kinerja para driver ini kurang ketat sehingga masih terdapat beberapa driver yang berbuat curang namun tidak diketahui oleh perusahaan?

Hal ini berdampak terhadap para driver yang berbuat jujur, mereka mencari nafkah dengan cara jujur, rata-rata merekalah yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mengantarkan penumpang. Sedangkan banyak driver yang tidak segan meminta cancel apabila orderan yang mereka dapatkan harus menempuh perjalanan jauh karena mereka hanya menginginkan hal praktis dan menghindari macet.

Hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ojek online adalah cara perekrutan itu sendiri, dimana perekrutan harus disertakan dengan Surat Keterangan Kelakuan Baik kalau perlu diadakan juga survey ke tempat tinggal calon driver tentang latar belakang baik pekerjaan, perilaku, maupun pendidikan. Dari hal itu, perusahaan ojek online diharapkan dapat dengan bijak merekrut calon driver yang benar-benar berkualitas terlebih perilakunya.

Ini menjadi PR bagi para perusahaan ojek online, agar tidak skip oleh adanya driver yang berbuat curang dan semoga kedepannya aplikasi fake GPS juga dapat diblock oleh sistem aplikasi ojek online secara otomatis agar tidak ada driver yang berbuat curang lagi.

Namun kita harus bangga, semakin banyak anak dalam negeri yang menciptakan lapangan kerja di Indonesia ini, namun dengan berkembangnya perusahaan startup ini diharapkan diikutinya juga dengan perkembangan SDMnya salah satunya adalah bekerja dengan cara jujur.