Politik

Berpolitik dan Kepemimpin

14 Januari 2018   08:08 Diperbarui: 14 Januari 2018   08:52 893 1 1

Berpolitik memang asyik dan menyenangkan sebab Politik itu sangat berguna namun oknum Pelaku Politiklah yang membuat Politik itu tidak disukai oleh banyak orang. 

Politik telah melahirkan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia (NKRI) yaitu Bangsa Indonesia, sebab karena Politiklah Bung Karno sanggup menggelorakan semangat kemerdekaan kepada seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, sehingga Bangsa Indonesia mampu untuk melepaskan diri dari kekuasaan Penjajah dengan satu kata yang didengungkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yaitu "MEREDEKA"

Berkat Politik pula Negara Kesatuan Republik Indonesia mampu mengatur dirinya sendiri tanpa ada tekanan dan paksaan dari Negara Luar. Politik pula yang membawa Bung Karno - Hatta dapat menguasai Kepemimpinan Negara ini.

Dari masa penjajahan sampai masa kemerdekaan, masa orde baru hingga masa demokrasi saat ini Politik sangatlah berpengaruh pada bangsa indonesia bahkan semua negara didunia. Sejak Bangsa Indonesia merdeka dalam memperebutkan Kursi Kekuasaan (RI 1) tidak akan terlepas dari Politik, sehingga dengan berbagai macam cara akan dipergunakan untuk mencapai tujuan yaitu Kekuasaan.

Pada masa sekarang Politik dipergunakan untuk menggelorakan semangat perjuangan untuk mencapai tujuan yaitu Kekuasaan oleh Pelaku -- pelaku Politik yang berpentingan, baik di tingkat Nasional, Propinsi, Kabupaten/Kota dan Desa bahkan sampai pada tingkat yang paling rendah sekalipun seperti RT/RW.

Pelaku Politik sebelum mencapai yang namanya Kekuasaan, banyak janji - janji manis yang didengungkan agar menarik simpati untuk mencapai tujuan yaitu Kekuasaan, namun kadangkala setelah mencapai Tujuan, janji - janji itu sedikit yang direalisasikan bahkan tidak sama sekali dan akibat dari itu Masyarakatlah yang dikorbankan.

Tahun 2018 ini merupakan tahun politik dimana akan dilaksanakan  Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak dan bagi mereka yang sedang berjuang untuk memperebutkan Kursi Kepemimpinan pasti sudah menyusun Visi dan Misi untuk didengungkan pada masa kampanye agar dapat menarik simpati Masyarakat yang akan memilihnya.

Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah Putra/i terbaik bangsa yang sedang berjuang untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin, namun kadangkala kemampuan yang dimiliki hanya tinggal kenangan karena akan banyak hal yang membuatnya tak berdaya, sebab akan ada yang senang dan tidak senang sehingga saling sikut menyikut akan berdampak pada masa kepemimpinannya.

Seorang pemimpin akan diukur kemampuannya oleh masyarakat sejauh mana dia berpihak pada kepentingan semua orang yang dia pimpin atau hanya berlaku pada masyarakat tertentu (Masyarakat yang mendukung) saja. 

Bila seorang pemimpin hanya memihak hanya pada masyarakat tertentu dan mengabaikan yang lain, maka sangatlah disayangkan sebab saat seorang terpilih untuk menjadi pemimpin disebuah wailayah maka segala perbedaan itu haruslah dihindari, karena dalam menentukan pilihan sudah pasti berbeda - beda sebab masing - masing orang mempunyai penilaian yang berbeda pula dalam menilai.

Dalam setiap ajang pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah meninggalkan kisah yang membuat masyarakat itu berpikiran miring terhadap dunia politik karena kalau kita cermati setiap pasca perhelatan politik pasti menimbulkan rasa saling mengejek dari setiap pendukung baik yang kalah maupun yang menang, yang paling disayangkan adalah sampai pada adu fisik antara pendukung dan yang menjadi korban adalah masyarakat itu sendiri.

Harapan dari perheletan politik yang demokrasi adalah sebuah ajang saling mengadu Visi dan Misi yang berpihak pada kepentingan pembangunan daerah (pembangunan fisik dan sumber daya manusia) bukan saling memamerkan kekuatan Politik, namun memberikan pejalaran kedewasaan berpolitik bagi masyarakat.

Berpolitik yang baik akan melahirkan Pemimpin yang baik dan bila berpolitik yang buruk akan menghasilkan Pemimpin yang buruk, karena itu pilihlah pemimpin yang bisa diukur dari Karakter dan Manajerial yang baik.

Jika suatu saat dia memimpin akan mampu mewujudkan impian dan harapan masyarakat yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur sebagai mana amanat UUD tahun 1945 dan Sila ke - Lima dari Pancasila karena itulah para Pejuang Bangsa rela berkorban dengan satu tujuan yaitu MERDEKA dalam segala hal dan jadilah seorang Pemimpin yang mau dan rela berkorbanuntuk kepentingan Masyarakat yang di Pimpin dengan demikian seorang pemimpin akan disayangi dan dicintai oleh Rakyatnya.

Seorang pemimpin yang disayangi dan dicintai oleh rakyatnya adalah seorang Pemimpin yang mau dan rela untuk menanggal segala keegoisan suku, agama, ras dan golongan sebab yang dia Pimpin merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Dalam memimpin perlu mengedepankan tatanan kepemimpinan yang profesionalisme sehingga dalam menata struktur organisasi dalam kepemimpinan benar - benar menetapkan orang - orang yang memiliki integritas dan kemampuan yang terukur.

Keberhasilan seorang Pemimpin dalam memimpin tidak terlepas dari dukungan semua elemen masyarakat yang di pimpin, maka perlu adanya komunikasi yang baik demi kemajuan bersama dalam meraih cita - cita dan harapan yang di amanatkan oleh UUD 1945 dan Sila ke - 5 dari Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dengan suatu semboyan Bersatu kita Teguh Bercerai Kita Runtuh.