Mohon tunggu...
Nursini Rais
Nursini Rais Mohon Tunggu... Pensiunan Guru - Lahir di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tahun 1954.

Nenek 4 cucu, senang dipanggil Nenek. Menulis di usia senja sambil menunggu ajal menjemput.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Anjay, Alay, Lebay

4 September 2020   11:40 Diperbarui: 4 September 2020   12:56 501 62 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto ilustrasi: Dokumentasi Nursini Rais

Bagai bom atom di hiroshima
menggelegar sejagat raya
bangunan sosial berkeping-keping
menyentrum naluri awak media

Anjing naik pohon popularitas
lidah mengkambinghitamkan anjay
bibir alay sosial media lebay
bunga kata berbuah nyinyir

Kasian orang pintar negeri ini
terperangkap isu tiga seribu
tiada tinta tuk menulis kata
pekerja kehabisan lahan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan