Mohon tunggu...
Bung Salam
Bung Salam Mohon Tunggu... Penerjemah - Konsultan Partikelir

Penerjemah, editor, narablog dan scriptwriter. Pendiri Komunitas Penerjemah Hukum Indonesia (KOPHI). IG/Twitter: @bungsalam077. Blog: nursalam.wordpress.com. Aforisme: Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata (W.S. Rendra).

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Saat Entong Sayang Dirisak Orang

20 November 2020   15:51 Diperbarui: 20 November 2020   15:56 166 23 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Saat Entong Sayang Dirisak Orang
Ilustrasi perisakan (bullying) anak/Foto: pixabay.com

Ini kisah nyata dari seorang wali murid di sekolah anak saya tentang perisakan puteranya.

Sebut saja namanya Bu Fulanah dan puteranya Fulan.

Fulan adalah anak kedua Bu Fulanah, si bungsu. Bontot, kata orang Betawi.

Fulan bontot tapi bongsor alias bertubuh tinggi besar di usianya yang baru 14 tahun. Di atas rata-rata tinggi anak seusianya.

Seperti kebiasaan orang Betawi pada umumnya, Bu Fulanah memanggil Fulan "Entong". Sama seperti "Ucok" untuk anak Medan atau "Buyung" untuk anak Minang.

Sayangnya perjalanan sekolah si Entong ini tidak seperti anak-anak pada umumnya.

Dia harus sering berpindah-pindah sekolah. Sebelum akhirnya nyaman bersekolah di salah satu sekolah home schooling komunitas (SHS) sejak SD sampai kelas 2 SMP sekarang ini.

Kok gitu sih? Mungkin ada yang bertanya demikian.

Itulah garis tangan, kata orang.

Sebelumnya Fulan sampai harus dua kali pindah sekolah selama kelas 1 dan kelas 2 SD. Pertama di SD Negeri. Yang kedua di SD swasta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan