Mohon tunggu...
Nurmalasari
Nurmalasari Mohon Tunggu... Konsultan - Public Health Specialist

Passionate in Youth4Health & Mental Health | SDGs, Social Network, & Indigenous Enthusiasts

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Bonek Saja! Tuhan Maha Romantis Kok

26 Juni 2016   18:11 Diperbarui: 26 Juni 2016   18:38 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ternyata membuahkan hasil.

Piagam Penghargaan
Piagam Penghargaan
***

Keromantisan Tuhan tak berhenti sampai di situ.

Waktu itu, aku mendapat kabar bahwa aku dengan sahabatku FEB harus berangkat sebagai finalis LKTI BIDIKMISI ke Padang. Ibuku berkata, "Nduk, oleh duwik teko endi kanggo budhal". 

Nekat wes, minta bantuan ke Direktur Kemahasiswaan UNAIR, ke Dekanat FKM. Terkumpullah dana untuk berangkat, tetapi pas-pasan banget buat dua orang.

Dan gak disangka-disangka, aku mendapat telepon dari panitia Safety Competition-nya bahwa aku disuruh datang di Puncak Acara Bulan K3 di ITS untuk menerima penghargaan. Karena waktu itu aku ada praktikum dan gak memungkinkan izin, lagipula nanti pasti sekedar mengambil sertifikat saja bisa tak ambil di rumah panitia pikirku, aku pun izin gak bisa datang, panitia pun sangat memaklumi meski terdengar nada kecewa di seberang sana, tapi dengan nada yang ramah dan senyuman yang hangat, panitianya bilang "Gpp dhek, mbak bawakan saja nanti sertifikatnya, bisa diambil kosnya mbak"

Seneng banget. Soalnya saat itu juga gak terlalu mikir itu, tapi mikir persiapan berangkat ke Padang karena uangnya masih kurang.

Sekali lagi kuteriakkan Tuhan itu Maha Romantis!!!

Malamnya aku berangkat ke kos panitia, pikirku sekedar mengambil sertifikat, yang bagiku itu lebih dari apapun, tercantum namaku sebagai juara, sangat berharga banget. Tapi, tiba-tiba ketika aku tanda tangan aku baca beberapa kata disitu, mataku terbelalak ketika ada nominal uang tertentu. Dengan lugu akupun bertanya, "Mbak tanda tangan disini juga tah?"

Kata panitianya, "Iya dek, buat bukti kalau kamu sudah mengambil hadiahnya"

Lho, hadiah opo pek, lomba e wes gratis, iki yow wes oleh sertifikat. Sugih men acara e iki. Pikirku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun