Mohon tunggu...
Nuraziz Widayanto
Nuraziz Widayanto Mohon Tunggu... lainnya -

belajar menulis apa saja sambil minum kopi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kursi Penuh Bangsat

18 Desember 2010   14:14 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:37 136 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kursi Penuh Bangsat
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Kursi itu sudah tua. Kursi kesayangan semua orang. Sangat nyaman dan rasanya sangat pas. Tidak ada busa empuk, hanya kursi kayu yang tua dengan busa yang tipis. Semua berebut duduk di kursi itu jika masuk ruangan ini. Aku sendiri tak berambisi. Namun siang ini lain. Semua orang gatal-gatal. Ada bangsat di kursi ini. Menggerogoti darah semua orang yang duduk di kursi. Bangsat nama lainya Kutu Busuk atau Kepinding. Aku tersenyum sendiri melihat sumpah serapah orang sehabis duduk di kursi tua ini.


"Hari ini saya meniadakan jabatan wakil direktur, bukan apa-apa, wakil direktur kita sangat baik, tapi semua orang yang berhubungan dengannya tidak becus dan malah menggerogoti jabatan wakil direktur. saya tidak akan menunjuk nama. anda akan tahu sendiri."


Owner perusahan sudah bersabda. Jabatan wakil direktur sudah dihapus seperti kursi tua penuh bangsat yang hari ini dibuang. Kursi dan jabatan yang dibuang. Hari yang sangat menarik buatku.


"To, bikinin saya kopi yah."


manajer operasional memerintah sambil mengurut kepalanya. aku mengangguk saja dan segera pergi membuatkan kopi.


***


"Kursi ini enak sekali ya pak. pasti dulunya mahal"


Setelah seharian berkutat memberantas bangsat, akhirnya aku sedikit bisa menyenangkan istriku. ah kursi itu memang nyaman.


*belajar FF

Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan