Mohon tunggu...
Nur Baiti Jannah
Nur Baiti Jannah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Mahasiswa ITSNU Pasuruan Prodi Pendidikan Matematika Semester 2

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bahaya Dekadensi Moral

25 Juni 2020   14:39 Diperbarui: 25 Juni 2020   14:37 1830
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

a)Judul: Dekadensi Moral dan Solusi Islam
b)Nama:Nur Baiti Jannah
    Semester: II(Dua)
    Jurusan:Pendidikan Matematika
    Kampus: ITSNU Pasuruan
    Tahun:2019
c)Identitas Dosen: Muhammad Mukhlis M.Pd
d)Problem: Bahaya Dekadensi Moral
e)Teori:

Dekadensi moral adalah suatu kemerosotan moral yang terjadi pada seseorang yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.Seperti saat ini, dekadensi moral yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia sungguh  banyak.

Sebagai bukti, di sekeliling kita banyak terjadi kasus-kasus kejahatan yang semakin hari semakin meningkat. Mulai dari pencurian, penjarahan, perampokan, perzinahan, penipuan, pemerkosaan, pelecehan seksual, perjudian, pembunuhan dan masih banyak lagi.Yang jelas fakta membuktikan bahwa menurunnya kualitas moral masyarakat dapat membawa dampak yang sangat buruk bahkan dapat memakan korban.Kalau sudah seperti ini, siapakah yang kasihan? Yang kasihan adalah orang yang menjadi korban dekadensi moral tersebut.Ada sebab pasti ada akibat.

Begitu juga dengan dekadensi moral, banyak sekali .Dekadensi moral atau demoralisasi adalah masalah besar yang menggerogoti tubuh bangsa ini. Ibarat virus ganas yang dapat menghilangkan kekebalan tubuh. Dia tidak lahir dengan sendirinya. Dia ada karena sebuah sebab. Lunturnya nilai-nilai agama dan kurangnya perhatian keluarga menjadi salah satu sebab dari beragam sebab yang ikut menyeret bangsa ini dalam kubangan lumpur kemaksiatan.

Gaya hidup hedonisme ala Barat teraktualisasi lewat pergaulan sehari-hari tanpa malu dan canggung, sehingga melahirkan generasi-generasi abnormal yang miskin ahklak. Moamar Emka dalam bukunya "Jakarta undercover" mengulas habis sisi lain Kota Jakarta, dan mengajak kita menyusuri lorong-lorong kota, menyaksikan sebuah panorama hedonisme yang disajikan kaum kapitalis.Dunia remang-remang, dunia gemerlap (dugem) atau apalah namanya dipenuhi fantasi-fantasi liar ala kaum jahiliah. Sex party, narkoba, minuman keras, dan tarian telanjang menjadi tren dan gaya hidupnya.

f)Analisis:
Factor penyebab kemerosotan moral yang terjadi di sekitar kita.

Pertama, pengaruhbudaya asing yang tidakbaik. Pengaruh budaya tersebut telah berhasil disuntikkan kepada masyarakat Indonesia. Bahkan budaya asing tersebut dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang, gaya berpenampilan, gaya bergaul bahkan gaya dalam berbicara yang tak lagi menggunakan tatakrama yang santun.

Kedua, akibat pergaulan bebas. Faktor pergaulan tersebut berdampak buruk bagi moral seseorang, karena ia tak mau memagari dirinya sendiri agar tak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik.

Ketiga, akibat media yang rusak.
Media merupakan sarana utama tempat menyebarluaskan berita, ilmu dan pengetahuan baru. Namun,sungguh sangat disayangkan sekali jika media jugalah yang menjadi sarana utama untuk menyebarkan budaya-budaya yang buruk.

Di televisi, majalah dan internet, pornografi tersebarluaskan. Model busana-busana yang tak layak pakai pun telah banyak ditayangkan di media-media tersebut.Akibatnya,banyak masyarakat khususnya anak-anak yang terpengaruh bahkan meniru atau melihat sesuatu yang tak layak untuk dilihat. Sehingga, kemerosotan moral akibat media yang merusak ini pun tidak bisa terelakkan lagi.Keempat, akibat perkembangan teknologi.Harus diakui bahwa perkembangan teknologi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia.Namun sayang, perkembangan teknologi juga turut membawa dampak buruk bagi manusia. Salah satunya adalah dekadensi moral.

Dulu, sebelum teknologi jauh berkembang seperti saat ini, setelah magrib anak-anak sibuk mengaji. Tapi kini, setelah magrib sibuk menonton TV. Yang dulunya sibuk menghafalal Qur'an, sekarang sibuk dengan gadget. Yang dulu sibuk membantu orang tua, sekarang sibuk internetan.Sekarang ini, banyak manusia yang menghambakan dirinya pada teknologi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun