Mohon tunggu...
Nastiti Cahyono
Nastiti Cahyono Mohon Tunggu... Editor - karyawan swasta

suka menulis dan fotografi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Berinteraksi di Media Sosial Tetap Harus Kedepankan Etika

25 September 2022   08:57 Diperbarui: 25 September 2022   08:59 69 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Etika Media Sosial - digitalbisa.id

Semua orang beraktifitas di media sosial. Semua orang juga sedang berekspresi di media sosial. Banyak tokoh agama menjadikan media sosial sebagai tempat untuk berdakwah. Berbagai dakwah yang dilakukan tokoh agama, lalu diunggah ke media sosial. Dalam perjalanannya, ada sebagian oknum seseorang yang justru menyebar bibit kebencian dalam setiap dakwahnya. Hal semacam ini tak bisa dilepaskan dari menguatnya penyebaran radikalisme di media sosial.

Menjadi tugas kita bersama, untuk menjaga media sosial agar bisa menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus bisa memberikan banyak informasi dan pembelajaran. Jika media sosial dijadikan tempat dakwah, tidak ada masalah dan tidak ada yang melarang. Apalagi hal ini merupakan bagian dari adaptasi teknologi. Hanya saja dakwah di media sosial tetap harus mengedepankan azas kebersamaan, saling menghargai dan menghormati.

Dakwah di media sosial tetap harus mengedepankan etika. Apalagi hal ini membawa nilai-nilai keagamaan, harus tetap mengedepankan hal-hal yang diatur dalam kita suci. Karena dalam perkembangannya, banyak sekali perilaku yang tidak sopan begitu masif di media sosial. Data Digital Civility Index (DCI, 2021) yang mengukur tingkat kesopanan digital di seluruh dunia menempatkan warganet Indonesia sebagai warganet yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan tingkat kesopanan warganet Indonesia turun. Diantaranya masifnya hoaks alias berita bohong yang cukup tinggi. Jika dilihat dari persentase, terus mengalami peningkatan, dari 13 menjadi 47 persen. Selain itu juga dipengaruhi maraknya ujaran kebencian dan diskriminasi. Keduanya juga cenderung mengalami peningkatan. Akibatnya, semua orang banyak saling menebar kebencian, saling menghujat di media sosial. Dan media sosial yang dulunya menjadi tempat untuk berinteraksi, kini menjadi tempat untuk saling menghancurkan.

Dalam Al Quran mengajarkan agar kita tidak boleh berbohong. Dalam beraktifitas di media sosial, semestinya tetap harus mengedepankan data dan fakta, tidak boleh ada unsur kebohongan. Jika kita melihat fakta yang ada saat ini, banyak sekali hoaks bermunculan di media sosial. Terlebih jelang tahun politik, berita bohong biasanya akan semakin masif terjadi. Dalam Al Quran dijelaskan , "Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta" (QS. An-Nahl [16]: 105). Mari kita jauhi segala bentuk kebohongan dalam setiap ucapan dan perilaku.

Al Quran juga menganjurkan agar tidak menggunakan kata-kata kasar dalam setiap interaksi. Sebab, kata-kata yang buruk memiliki damapk buruk terhadap kehidupan kita. Dan kita semua pernah punya pengalamat terkait hal ini. Karena itulah mari kita jaga lisan dalam setiap interaksi di dunia maya ataupun dunia nyata.

Dan yang juga penting adalah gunakan media sosial untuk berlomba menebar kebaikan. Karena Al Quran menganjurkan agar kita semua memperbanyak berbuat baik. Dalam QS. Al Baqarah: 148 memerintahkan kita agar berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Karena itulah dalam berinteraksi di media sosial, juga harus dilandasi hal positif. Tidak boleh ada niat jelek yang sengaja disusupkan dalam setiap postingan di media sosial. Semoga tulisan ini bisa menjadi introspeksi buat kita semua. Salam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan