Mohon tunggu...
Nadine Putri
Nadine Putri Mohon Tunggu... Lainnya - An alter ego

-Farmasis yang antusias pada dunia literasi, anak-anak, dan kamu.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Konser Akbar

3 September 2022   04:14 Diperbarui: 3 September 2022   04:22 181
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

#Pentigraf

Akbar masih berusia enam belas tahun. Ia sedang belajar di sekolah musik di Jogja, dan ia khawatir kalau-kalau sang ibu yang sejak tujuh tahun lalu tidak tinggal bersamanya tidak bisa menghadiri konser yang akan diselenggarakan sekolahnya pada akhir bulan Agustus nanti. Orang tua Akbar bercerai saat ia masih kelas tiga sekolah dasar, dan hingga kini hubungan antara ibu dan anak itu kian jauh. Padahal, sungguh ingin Akbar melihat ibunya menghadiri konser perdananya nanti.

"Ibu jarang mengubungiku, Yah. Jangankan menelepon, mengirim pesan saja jarang. Bisa dihitung jari jumlahnya dalam sebulan. Ayah bisa menghubungi Ibu? Aku ingin ia melihatku di konser nanti." Sang Ayah hanya tepekur di atas ranjang sambil memegang buku yang sedari tadi ia baca. Sepertinya ia tak peduli dengan permintaan anaknya. Pemuda tanggung itu menghela napas lalu melihat ke jendela. Tatapannya yang sendu menjurus ke pohon jambu air yang tumbuh di samping jendela kamarnya. Ia punya banyak kenangan menyenangkan dengan pohon itu. Dulu, di bahwa pohon jambu itu Akbar sering bermain rumah-rumahan dan ibunya memainkan boneka panda. "Itu adikku," kata Akbar yang saat itu sangat menginginkan seorang adik.

Dua puluh delapan Agustus, pukul dua siang; para kru konser telah bersiap di belakang panggung. Akbar mengenakan setelan jas hitam dan membawa biola berwarna cokelat kayu, dan ia tampak gagah dan elegan. Tak terasa sudah dua jam konser berlangsung. Semua orang tua siswa yang menonton tampak larut dalam gegap gempita musik klasik yang dimainkan anak-anak mereka. Saat lagu penutup dimainkan---"Lullaby" dari Franois Nicholas---dari arah pintu masuk yang berada tepat di depan panggung, muncul seorang lelaki bersama perempuan yang sedang hamil besar. Akbar bisa dengan jelas melihat kedatangan mereka dan betapa gembira hatinya saat itu. Lalu, ia pun memperlembut gesekan biolanya saat mengalunkan lagu pengantar tidur itu. "Ya Tuhan ... aku akan mempunyai seorang adik!" bisiknya dalam hati.[*]

sumber gambar: dok pribadi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun