Mohon tunggu...
Novi Setyowati
Novi Setyowati Mohon Tunggu... Lainnya - berbagi pengalaman, cerita, dan pengetahuan

berbagi pengalaman, cerita, dan pengetahuan

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Pesona Kawah Ijen dan Si Api Biru

5 April 2021   21:16 Diperbarui: 10 April 2021   10:44 1277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jalur berjalan kaki sunrise point (Dokpri)

Stasiun Karangasem tidak begitu besar, bahkan cenderung merupakan stasiun yang kecil. Tapi, di stasiun ini kita akan dengan mudahnya menemukan penginapan sekaligus penyewaan jasa pemandu wisata dan mobil untuk ke Kawah Ijen, tepat di depan stasiun. Jadi, tak perlu khawatir untuk berjalan jauh dari stasiun hanya untuk mencari jasa penyedia paket wisata ke Kawah Ijen.

Jasa penginapan? Memangnya perlu untuk menginap jika ingin ke Kawah Ijen?

Sebenarnya tidak perlu, bisa hanya 1 hari 1 malam. Tapi, yang menjadi masalah adalah pos untuk mendaki ke Kawah Ijen baru dibuka sekitar pukul 01.00 dini hari. Jika kita tiba di stasiun pada siang atau sore hari, sudah pasti kita akan butuh waktu istirahat meski sebentar dan mempersiapkan diri untuk pendakian di malam harinya.

Pasalnya, kita tak akan bisa tidur dan istirahat di malam hari karena aktivitas mendaki. Maka dari itu, penting sekali untuk meluangkan waktu beristirahat di sore harinya hingga sebelum berangkat ke Pos Paltuding, nama pintu pos pendakian menuju Kawah Ijen.

Sambil menunggu tengah malam, bisa juga dimanfaatkan dengan berkunjung sejenak ke Pantai Boom, pantai terdekat dari Karangasem. Meski pantainya sederhana, tapi lumayan juga untuk menghabiskan waktu di sore hari yang singkat itu.

Pantai Boom (Dokpri)
Pantai Boom (Dokpri)
Nah, biasanya, jasa sewa mobil dan pemandu wisata serta penginapan di depan Stasiun Karangasem juga menawarkan jasa berjalan-jalan di sekitaran kota di sore hari sebelum berangkat mendaki. 

Bonus inilah yang bisa kita manfaatkan untuk berkunjung ke pantai terdekat hingga mencicipi kuliner Banyuwangi seperti Sego Tempong Mbok Wah yang terkenal itu!

Sego Tempong Mbok Wah (Dokpri)
Sego Tempong Mbok Wah (Dokpri)
Kuliner khas Banyuwangi ini spesial karena sambalnya yang segar dengan pedasnya yang menggelegar. Juga dengan kelengkapan lauk-pauknya yang bervariasi, menambah cita rasa kuliner khas Indonesia meski hanya dengan sayur rebusan yang sederhana. Kuliner yang cocok dinikmati untuk mengisi tenaga sebelum berangkat mendaki.

Persiapan pendakian

Meski pintu Pos Paltuding belum dibuka, kita tetap bisa menunggu dengan nyaman di area depan pos. Di situ terdapat banyak warung-warung yang berjualan teh, kopi, serta mie instan bagi para pendaki yang ingin menghangatkan tubuh dengan cuaca yang sudah cukup dingin.

Pukul 01.00 dini hari, pintu pos pun dibuka dan kita bisa memasuki area kawasan pendakian, tentunya setelah membayarkan tiket masuk, ya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun