Mohon tunggu...
Yulianus Magai
Yulianus Magai Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis mudah Papua

Yulianus magai, Jurnalist di wagadei.com selain itu dirinya juga menulis di Qureta.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pasar Mama-Mama di Dogiyai, Perlu Ada Pengawasan

28 November 2022   15:24 Diperbarui: 28 November 2022   15:31 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Depan kantor dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Dogiyai (Dokpri)

Oleh : Yulianus Magai

Dogiyai dikenal dengan Negeri dingin, Negeri di atas awan dan Negeri Penuh Makanan. Itulah sebutan banyak orang terutama di kalangan anak mudah, atau pelajar dan mahasiswa di berbagai kota studi di Indonesia.

"Soal makanan di Dogiyai benar adanya. Di Dogiyai soal makanan tidak bisa diragukan lagi, di sana ada Ubi (Yepo Nuta), Keladi (Nomoo), Sayuran (Idayaa), Daun Bawang, Kool, Buah-buahan, kacang Tanah (Kookaa), Wortel dan berbagai makanan lainnya itu ada di Dogiyai" .

Selain berbagai makanan dan sayuran, di Dogiyai juga ada Ubi Masak yang siap santap, yang disiapkan oleh mama-mama Papua di Dogiyai yang masih setia berjualan di emperan toko dan jalan raya Moanemani (Dogiyai). Mama mama betah tadah angin, hujan, dingin dan panas terik guna membiayai anak anaknya yang masih menempuh studi berbagai kota studi di Indonesia.

Alam Dogiyai selalu memberikan kehidupan kepada masyarakat di Dogiyai, makanan, sayuran yang segar lansung di panen dari Pabrik (Kebun) dan minuman segar yang bersumber dari Gunung itu benar adanya.

Tetapi bagaimana mengembangkan ekonomi yang ada di Dogiyai? Penulis ingin membahas bagaimana mengembangkan potensi ekonomi dan mata pencarian masyarakat di Dogiyai. Makanan dan minuman walaupun benar adanya, dan alam Dogiyai sebagai sumber potensi ekonomi. Kita harus melihat bagaimana mama-mama Papua memasarkan hasil Kebun mereka? Apakah di Pasar yang layak ataukah di emperan jalan Raya? Bagaimana mama mama Papua pasarkan hasil kebun mereka?

Di Dogiyai, tepatnya di Tokapo-Dogiyai, Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai sudah siapkan Pasar khusus untuk mama mama memasarkan hasil kebunnya, namun sampai saat ini masyarakat Dogiyai atau mama mama Dogiyai yang masih aktif berjualan di emperan toko dan jalan raya itu tidak mau pindah dan berjualan di Pasar tersebut. Penulis menghemat, kebanyakan dari mereka berpikir dan merasa bahwa hasil kebun mereka lebih laku terjual jika mereka memasarkan hasil kebun tersebut di jalan raya dan emperan toko/kios (yang notabenenya milik kaum pendatang). Bahwa bagi mereka (Mama-mama) jalan raya dan emperan toko/kios adalah tempat yang strategis dan banyak pembelinya. Karena biasanya banyak orang yang datang dari Deiyai, Paniai yang hendak ke Nabire.

Dinas Terkait Perlu Mencari Solusi?

Sampai saat ini belum ada Dinas yang gerakan mama mama ke pasar yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten Dogiyai.

Dalam upaya mendorong, pengembangan ekonomi di Dogiyai ini saya pernah menulis sebuah feature di wagadei.com dengan judul Kisah mama Papua jual hasil kebun di depan DPRD Dogiyai, dengan mewawancarai beberapa pihak di Dogiyai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun