Puisi

Emosi

10 Agustus 2018   22:36 Diperbarui: 10 Agustus 2018   22:43 140 0 0

Luapan emosi selalu menyelimuti.

Membakar suka menjadi duka.

Keringat sudah berseluncur membasahi.

Mata berkaca-kaca penuh arti.

Entah, apa yang terjadi.

Jarak pandang mulai memudar.

Tertutup egoistik sang pemilik.

Terdiam dalam kesunyian bilik.

Membuat mata saling menatap.

Mencari kebenaran yang logistik.

Namun...

Sanggupkah jiwa ini saling bersatu padu lagi.

Sanggupkah raga ini bergandengan lagi.

Atau bahkan semua ini akan berakhir.

Dan hanya menyisahkan kebutaan hakiki.