Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Serenada Aroma Merdeka

14 Agustus 2020   09:15 Diperbarui: 14 Agustus 2020   09:51 122 18 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Serenada Aroma Merdeka
ilustrasi / sumber : shutterstock melalui Kompas.com

Sabang membentang hingga Merauke,
melintang Nias hingga Miangas,
terbentang luas Ibu Pertiwiku,
cakrawala naungi kebesaran negeri nyiur melambai.

Tulus jiwa, raga, disertai darah, membayarnya,
demi sebuah aroma harum kemerdekaan,
mengoyak diri demi memeluk bebas,
sebuah harga tak ternilai untuk mencintamu.

Kini setelah hadir angka tujuh puluh lima,
aroma harum itu sedikit memudar,
bukan untuk melawan kedigdayaan bangsa lain,
musuh dalam selimut yang merintang,
sebuah arena laga baru untuk kembali diperjuangkan.

Melepas jerat ini begitu lara,
karena musuh sedarah yang kami lawan.
Bambu runcing kini menjadi sebuah petisi,
keris milik sang empu menjadi hukum-hukum yang menjerat,
untuk melawan kerabat yang tersesat.
Berat,
tapi demi kembalinya sebuah harum kebebasan yang pekat.

Satu dalam keberagaman,
tunggal dalam kebhinekaan,
erat dalam persaudaraan,
bergelayut dalam kebersamaan,
memeluk kesejatian dalam kemerdekaan,
di atas kaki bumi Pertiwi.

Indonesia,

kami cinta.

Merah putih,

teruslah berkibar di dada,

Dirgahayu........

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x