Mohon tunggu...
Nita Juniarti
Nita Juniarti Mohon Tunggu... Freelancer - Seorang Perempuan

Penaruh mimpi di Altar-Nya

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Catatan Pinggir Kelas Inspirasi Lumajang (2)

15 April 2020   19:14 Diperbarui: 15 April 2020   19:19 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pagi itu, saya dijemput panitia lokal KI Lumajang dari rumah mbak Pram (tempat menginap setelah mendarat dari Malang). Kami menuju ke Kantor kecamatan Klakah untuk briefing, sehari sebelum kelas Inspirasi dimulai.
Dinas pendidikan Lumajang menerima betul perubahan-perubahan untuk dunia pendidikan, itu yang saya ingat dari kata sambutan yang disampaikan

oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Lumajang ketika briefing. Uniknya, ketika ada panitia memperkenalkan asal relawan, orang-orang yang hadir berdecak kagum ketika saya disebut dari Aceh. 

Masya Allah, selesai briefing seorang ibu mendatangi saya lalu memberikan satu plastik makanan khas lumajang "ini untuk dibawa pulang ke Aceh, saya duluan ya" katanya. Saya tidak sempat bertanya nama si ibu. 

Namun, saya cukup terharu dengan sikap si ibu yang begitu menghargai kedatangan relawan ke daerahnya. Yang jelas, saya datang dari Malang bukan Aceh meskipun membawa profesi dari Aceh.

Seberes breafing, dengan teman sekelompok di SDN Ranu Bedali 2, saya berangkat ke lokasi. Kami beruntung, salah satu bu Guru meminjamkan rumahnya. Rumahnya besar dan ada wifi. Surga sekali. 

Malamnya, kami melakukan persiapan dan naas kaki saya keseleo. Nyatanya setelah 3 bulan kaki saya tak sembuh-sembuh. Malam itu, rasanya berjalan sedemikian cepat.

Sebagian dari kami berjalan kaki sambil diantar jemput karena motor tidak mencukupi. Saya akhirnya dijemput kak Lutfi. Kabut-kabut masih enggan pergi dari pinggiran danau, dan kami terlalu pagi datang ke sekolah. Tidak ada orang.

Semuanya berjalan baik, lagi-lagi anak-anak, guru terkesima ketika disebutkan ada yang dari Aceh, pun teman-teman relawan. Kadang menyenangkan jadi pusat perhatian, kadang juga tidak. Kelas Inspirasi berjalan baik, saya ditugaskan masuk ke 3 kelas. Yang paling menarik adalah ada 6 anak yang ingin jadi penulis, jumlah yang cukup banyak dalam satu kelas. Anak-anak kelas 2 berteriak: kami mau jadi penulis. Jam istirahat, 4 sekawan dari kelas 2 dengan ketuA genk Marsya datang menghampiriku

"Kak nita bisa tidak masuk lagi di kelas 2?" tanyanya malu-malu
"wah, kak Nita harus masuk di kelas lain."
"halah, kelas kami sajalah"
Mereka mayun, aduh anak-anak. Dunia mereka inilah yang selalu membuatku merasa "pulang".

Bagi saya, kelas inspirasi bukan sekedar agenda. Kelas Inspirasi adalah salah satu cara saya pulang, pulang di mana hati saya berada. Terima kasih Kelas Inspirasi Lumajang, terima kasih orang-orang baik di Klakah, makanan enak di SDN Ranubedali 02. Saya akan kembali, Insya Allah.

Banda Aceh, 15 April 2020
*catatan peer untuk ditulis

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun