Mohon tunggu...
Khairunisa Maslichul
Khairunisa Maslichul Mohon Tunggu... Dosen - Profesional

Improve the reality, Lower the expectation, Bogor - Jakarta - Tangerang Twitter dan IG @nisamasan Facebook: Khairunisa Maslichul https://nisamasan.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Tiga Cara Melatih Anak Hobi Membaca

16 Oktober 2022   03:50 Diperbarui: 16 Oktober 2022   16:42 614
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah detektif cilik ini mendukung daya nalar kreatif dan kritis saya sejak di bangku SD (Ilustrasi: dedlee30.blogspot.com)

1. Orang tua rutin membaca

Seorang anak adalah peniru ulung perilaku orangtuanya. Tak heran, banyak anak yang mengikuti hobi dan profesi orangtuanya, tak terkecuali kebiasaan membaca.


Menurut Lesley Mandel Morrow dalam bukunya Family Literacy Connections in School and Communities (1995), beliau mengatakan, “Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak, dan orang tua juga menjadi guru sepanjang usianya untuk anak-anak.” Saat orang tua ingin buah hati mereka agar gemar membaca, maka orang tua pun harus mencontohkannya sedari awal dan tak sekadar menyuruhnya.

Kisah detektif cilik ini mendukung daya nalar kreatif dan kritis saya sejak di bangku SD (Ilustrasi: dedlee30.blogspot.com)
Kisah detektif cilik ini mendukung daya nalar kreatif dan kritis saya sejak di bangku SD (Ilustrasi: dedlee30.blogspot.com)

Bapak saya senang membaca koran di pagi hari dan majalah di sore atau malam hari. Ibu saya biasanya membaca majalah wanita setelah urusan di dapur selesai.

Adanya tumpukan buku dan majalah di rumah tentu saja membuat kami sekeluarga tak kehabisan bahan bacaan. Saya bersyukur memiliki orangtua yang tak sayang mengeluarkan uang untuk membeli buku dan majalah bermutu untuk menambah ilmu.

2. Ada waktu khusus membaca

Kehadiran gawai (gadget) ternyata sempat menganggu waktu membaca pada keluarga kami. Ketiga adik laki-laki saya jadi lebih betah berlama-lama di depan play station daripada membaca buku maupun bermain fisik di luar rumah. Oran tua kami pun akhirnya membuat jadwal wajib untuk membaca di rumah dari pukul 16.00-20.00 setiap hari.

Awalnya adik-adik saya sempat protes dengan jam rutin membaca itu karena Ibu menyimpan gadget di rak buku dan menguncinya. Saya salut dengan Ibu yang tetap konsisten menjalankan peraturan itu dengan menaruh tumpukan buku dan majalah di ruang tengah.

Dikelilingi buku dalam jadwal waktu membaca tertentu jelas mendorong anak untuk semakin rajin membaca (Ilustrasi: freepik.com)
Dikelilingi buku dalam jadwal waktu membaca tertentu jelas mendorong anak untuk semakin rajin membaca (Ilustrasi: freepik.com)

Lambat-laun, kami berempat pun jadi terbiasa dengan waktu membaca tersebut. Selain buku dan majalah, orangtua kami juga menyediakan alat-alat tulis seperti buku gambar dan alat mewarnai sehingga kegiatannya lebih variatif.

Setelah menerapkan jam rutin membaca di rumah, nilai sekolah kami berempat pun jauh meningkat. Pasti ini karena kami lebih fokus ketika kami membaca buku-buku pelajaran tanpa terganggu adanya gadget, mantap!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun