Mohon tunggu...
Nina Sulistiati
Nina Sulistiati Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sepanjang Hayat

Pengajar di SMP N 2 Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Kiat Menumbuhkan "Self Motivation" untuk Membaca dan Menulis

17 Mei 2022   21:14 Diperbarui: 18 Mei 2022   21:35 605
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi seorang anak sedang membaca buku. Foto: Kompas.com/Firman Taufiqurrahman

Setiap tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional bertepatan dengan HUT Perpusnas ke-42. Peringatan Hari Buku ini bertujuan untuk mengembangkan literasi  di Indonesia khususnya meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan masyarakat.

1. Sejarah Hari Buku Nasional

Mengapa hari buku nasional ini jatuh pada tanggal 17 Mei? Sejarah Hari Buku Nasional pertama dirayakan pada tanggal 17 Mei tahun 2002. Orang yang menggagas Hari Buku Nasional ini adalah Menteri Pendidikan, Bapak Abdul Malik Fadjar. Tanggal itu dipilih bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional.

Kondisi minat baca masyarakat dan para siswa khususnya pada masa itu dinilai masih kurang. Mengutip laman Liputan 6.com (4/12/2019) hasil tes PISA (Program for economic Student Assessment) mengalami penurunan. Tes ini ditujukan untuk siswa yang berusia 15 tahun. Pada tahun 2018 ada 79 negara yang mengikuti tes ini dengan jumlah siswa 600 orang.

Laporan PISA yang dirilis, Selasa 3 Desember 2019 itu menyatakan bahwa skor membaca anak Indonesia menempati peringkat ke-72 dari 77 negara, skor matematika ada di peringkat 52 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.

Berdasarkan laporan PISA yang baru rilis, Selasa 3 Desember 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, lalu skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, atau hanya ada 1 dari 1,000 orang Indonesia yang rajin membaca. Berdasarkan riset lain yang bertajuk World's Most Literate Nations Ranked dari Central Connecticut State University (Maret 2016), Indonesia ada di peringkat ke-60 dari 61 negara untuk masalah minat baca. Posisinya ada di bawah Thailand dan di atas Bostwana.

 Melalui Harbuknas ini diharapkan dapat mendorong minat baca dan meningkatkan tingkat literasi Indonesia di dunia.

2. Manfaat Buku

"Hidup yang berkaki kuat adalah hidup yang menyejarah. Namun bagaimana kita bisa tahu sejarah, jika kita tidak membaca? Hidup yang berkaki kuat adalah hidup yang tidak sempit dan berani menjelajah. Namun bagaimana kita tahu akan yang luas, dan inspirasi untuk penjelajahan, jika kita tidak membaca?" - Sindhunata, budayawan

Kutipan kalimat-kalimat inspirasi itu menunjukkan bahwa membaca adalah salah satu faktor penting untuk memperleh pengetahuan yang sangat luas. Media yang digunakan untuk membaca adalah buku. Sudah dapat dipastikan buku adalah salah satu sumber ilmu.

Banyak buku yang dapat dimanfaatkan agar pengetahuan masyarakat semakin bertambah. Berbagai informasi dapat kita peroleh dari membaca buku, seperti informasi: ekonomi, sosial budaya, politik, seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagainya. Namun, sayangnya minat baca yang ada dalam masyarakat kita masih terbatas. Begitu juga sebaliknya dengan menulis.

Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, antara lain  harga buku mahal di pasaran, terbatasnya koleksi buku yang ada di rumah, maupun perpustakaan dan pembiasaan membaca dan menulis yang sangat minim. Hal tersebut saya alami sendiri. Terbatasnya bahan bacaan di perpustakaan sekolah atau pun koleksi buku di rumah.

Sumber ilustrasi: lp2m.uma.ac.id
Sumber ilustrasi: lp2m.uma.ac.id

5 Cara Menumbuhkan Minat Baca

  1. Lakukan pembiasaan membaca buku minimal setengah jam setiap hari. Pembiasaan ini dilakukan secara bertahap. Jika setengah jam sudah dilakukan secara rutin, tambahkan durasi membaca.
  2. Carilah buku-buku yang disenangi dulu dan buku-buku yang ringan. Membaca adalah proses yang menyenangkan dan bahan bacaan yang dipilih haruslah yang dapat memberi kesenangan dan kebahagiaan. Hindari dulu bahan bacaan yang memerlukan pemahaman kritis karena sulit dipahami isinya.
  3. Buatlah reviu sederhana setelah selesai membaca buku. Kebiasaan membuat reviu sederhana ini akan melatih kita memahami isi bacaan sekaligus melatih menulis. Ada beberapa model membuat reviu yang sering saya ajarkan kepada anak-anak yang tergabung dalam komunitas literasi Geulis Snada antara lain: fishbone, AIH dan infografis. Reviu sederhana ini jika dikembangkan lagi akan menjadi tulisan berjenis teks ulasan.
  4. Buatlah target membaca dan menulis dan lakukan dengan penuh disiplin, misalnya target membaca kita satu minggu dua buku dan target menulis kita one day one pages. Jika kita melakukan dengan tertib target tersebut maka kita akan memiliki satu naskah tulisan.
  5. Untuk mengatasi masalah pembiasaan membaca dan menulis buku ini, saya bergabung dengan beberapa komunitas literasi. Dalam komunitas ini, kita akan termotivasi untuk berlatih membaca dan menulis. Beberapa buku sudah dihasilkan oleh komunitas literasi tersebut dan di dalam buku tersebut terdapat karya saya. Ada satu buku solo berupa kumpulan cerita pendek, dan 18 buku antologi.Sekarang saya sedang belajar menjadi penanggung jawab even menulis bareng teman-teman di komunitas. Saya bekerja sama dengan dua penerbit. Bagaimana cara kita membuat buku akan saya paparkan pada artikel saya berikutnya.

Demikianlah kiat saya memotivasi diri sendiri agar memiliki minat membaca dan menulis yang terus berkembang secara bertahap. Semoga bermanfaat.

Referensi:

Azanella,  Luthfia Ayu.2021. Sejarah Hari Buku Nasional dan Peringatannya Setiap Tanggal 17 Mei. www.kompas.com.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun