Mohon tunggu...
Nia Restiani
Nia Restiani Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kuliah di Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Ekonomi & Bisnis Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kenaikan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Setiap Tahunnya pada Periode 2012-2016

16 Desember 2019   11:25 Diperbarui: 16 Desember 2019   14:55 12 0 0 Mohon Tunggu...

Nama: Nia Restiani
Universitas: Universitas Lambung Mangkurat
Fakultas: Ekonomi & Bisnis
Jurusan: Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan

KENAIKAN TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH SETIAP TAHUNNYA PADA PERIODE 2012 -- 2016

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan yang layak. Secara kuantitatif, kemiskinan merupakan keadaan dimana taraf hidup manusia serba kekurangan atau tidak memiliki harta benda. Sedangkan secara kualitatif, kemiskinan adalah keadaan hidup manusia yang tidak layak.

Menurut data BPS, tingkat kemiskinan di kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kenaikan setiap tahunnya sejak periode 2012 hingga 2016. Pada tahun 2012, presentase penduduk miskin sebesar 5.68% dengan garis kemiskinan Rp.241,973 perbulannya. Pada tahun 2013, presentase kemiskinan menurun menjadi 5.57% nanum garis kemiskinan bertambah menjadi Rp.287,580 perbulannya.

Kemudian pada tahun 2014, presentase kemiskinan kembali naik menjadi 5,65% namun garis kemiskinan menurun menjadi Rp.268,522 perbulannya. Lalu pada 2015, kembali terjadi peningkatan presentase kemiskinan menjadi 5.81% dengan garis kemiskinan yang juga meningkat menjadi Rp.279,530 perbulannya. Dan pada tahun 2016, terjadi peningkatan kemiskinan yang sangat signifikan menjadi 6.18% dengan garis kemiskinan yang cukup tinggi sebesar Rp.322,392 perbulannya.

Kemiskinan yang semakin meningkat di kabupaten Hulu Sungai Tengah terjadi karena faktor yang menyebabkan munculnya masalah kemiskinan:

1.Pengangguran, banyaknya pengangguran mengakibatkan terjadinya kemiskinan dikarenakan jumlah tenaga kerja dan jumlah lapangan kerja tidak seimbang, sulitnya mendapatkan lowongan pekerjaan sehingga akan berdampak pada masyarakat dan menimbulkan ketidakstabilan sosial, dan dapat memicu terjadinya aksi kriminal atau kejahatan.

2.Jumlah penduduk, jumlah penduduk yang ada di kabupaten Hulu Sungai Tengah terus mengalami peningkatan, pemahaman tentang "banyak anak banyak rejeki" menjadisalah satu pemahaman yangmasih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat. Padahal, sesuai dengan data BPS sejak tahun 2012 hingga 2016 telah terjadi peningkatan kemiskinan dengan rata-rata sebesar 500 jiwa pertahunnya. Sehingga akan berdampak pada lapangan pekerjaan. Keterbatasan lapangan pekerjaan mengakibatkan terjadinya pengangguran.

3.Tingkat pendidikan yang rendah, mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk kehidupannya. Sedangkan untuk dunia kerja, pendidikan adalah modal yang sangat penting untuk bersaing dalam mendapatkan kesejahteraan.

Dari permasalahan kemiskinan ini, perlunya peran pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi dan mengurangi angka kemiskinan tersebut. Berikut merupakan solusi yang akan membantu meringankan masalah kemiskinan.

1.Meningkatkan lapangan pekerjaan
Salah satu masalah penyebab kemiskinan adalah banyaknya pengangguran. Dengan menyediakan lowongan pekerjaan yang lebih banyak, hal ini bisa sedikit membantu masalah pengangguran. Tentu saja, tak hanya pihak pemerintah yang membuka lowongan pekerjaan, pihak swasta juga harus memberikan kesempatan yang sama bagi para pencari pekerjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN