Mohon tunggu...
Siti Kurniati
Siti Kurniati Mohon Tunggu... Guru SMA N 1 Padalarang

menulis, merupakan generasi qurani

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Berita kepada Kawan

22 September 2019   08:35 Diperbarui: 22 September 2019   09:20 0 10 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Berita kepada Kawan
dokpri

Berita kepada Kawan


Satu daun kembali luruh pada suatu pagi, dari ranting yang menari gemulai. Dipungutnya dengan mata yang redup. Diwartakannya sebaris nama pada jagat raya.

Terkesiap, dan harus bersiap. Memantau dan terus memantau, dalam daur waktu empat puluh hari. Tak kan lengah sejengkal pun dari daun yang terpahat sebaris namamu. Ya, namamu.

Nama yang telah tercatat dalam lauhul mahfuz hingga tiba pada pagi itu. Pagi yang telah ditakdirkan, namamu harus kembali ke haribaan-Nya.

Tak ada yang lebih kuasa, hanya Kuasa-Nya. Tak ada yang lebih kasih, selain kasih-Nya. 

Namamu, tinggallah kenangan di hati para pengasihimu.

Bersegeralah menemui-Nya, dalam alam keabadian.



Bandung, 21 Muharram 1441 H/21 September 2019

*Berita kepada Kawan, Ebiet G.  Ade

KONTEN MENARIK LAINNYA
x