Cinta Renjana
Cinta Renjana

Menulis, menulis dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Garudaku Sayang, di Kandang

1 Juni 2018   12:20 Diperbarui: 1 Juni 2018   12:44 563 1 0
Garudaku Sayang, di Kandang
ilustrasi | dok pribadi

Garudaku sayang , di'kandang

Garudaku patriot bangsaku

Aku tidak tahu, apakah aku harus tersenyum, apakah mesti tertawa
Biar dunia tahu kalau aku bahagia hidup ditanah Nusantara Merdeka.

Atau mungkin ...

Aku harus meneteskan air mata, supaya dunia tahu kalau aku berdukacita
Di usiamu yang sudah senja menurut ukuran manusia, bahagiakah kamu

Wakil rakyatmu dan aparatmu dengan sadar sudah membuatkan sangkar emas untukmu

Berterima kasihlah kepada mereka
Mereka sudah susah payah keluarkan dana, walau harus hutang tetangga

Nikmati masa purna di jelang usia pensiunmu
Masa pengabdianmu sudah selesai, kamu dianggap sudah tak mampu lagi
Apalagi beban semakin berat membebani leher dan dadamu

Kakimu tak lagi kuat menyangga tubuhmu
Perisaimu sudah dilepas tersandar disamping sangkar emasmu
Perisai Pancasilamu tak lagi punya makna dan tak berwibawa
Karaktermu terkontaminasi oplosan janji para politisi

Tidaaaaaaaaaaaaaak ... !!! aku tidak boleh menangis

WoW ...
Ternyata Garudaku
Kamu masih kuat, seribu tahun lagi kamupun masih mampu
Rakyatmu bersatu padu singsingkan lengan baju gotong royong bersama

BONGKAR ... !!! semua belenggu

Segera bebaskan kamu, buat sangkar emasmu tidak jadi kandang lagi untukmu
Kita punya Pancasila didadamu, masih ada dan tetap ada

Ayo bangun
Ayo bangkit

Jangan gamang bimbang dan ragu
Jangan takut dengan HAM dan sebangsanya itu
Kita punya undang-undang dasar 45, pasti mampu untuk kelola negara

WoW ...

Garudaku cerdas
Diusiamu 73 tahun, tepat saatnya selesaikan perubahan transformasi  dirimu

Kamu ganti paruhmu, kamu ganti bulumu
Kini paruhmu baru setajam pisau belati, sayapmu baru kuat siap terbang tinggi jelajah negeri

Mari emban tugas negara kenakan perisai Pancasila
Garuda kamu pejuang tegar kuat gagah perkasa
Garuda bukan pecundang, kamu lebih dari pemenang

Perjuangkan
Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap Jaya selamanya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2