Mohon tunggu...
Neri Kalisa
Neri Kalisa Mohon Tunggu... Guru - Rengel - Tuban

S1

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Tehnik Mendongeng dan Bercerita

23 November 2021   17:38 Diperbarui: 23 November 2021   18:11 69 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Persoalan metode memang bisa saja banyak sekali jenisnya. Tetapi anda sebagai seorang guru harus punya satu metode andalan. Dan metode ini sebaiknya terus anda gali lebih dalam sehingga anda menemukan keasyikan dalam mendongeng. 

  • Yakinkan Hati

Anda harus yakin bahwa Anda bisa mendongeng.  Karena mendongeng dan bercerita adalah suatu kegiatan yang sangat mudah untuk dilakukan. Siapapun bisa melakukannya, baik orang tua, guru maupun anak-anak. Kalau orang lain bisa, maka Anda pun pasti juga bisa melakukannya. 

Kalau sekarang anda belum bisa bukan karena tidak bisa, tetapi anda hanya belum berlatih saja. jika Anda sudah mulai berlatih, maka Anda akan menguasai tekniknya. Jadi sebelum masuk ke metode, anda harus suka dan yakinkan diri bahwa Anda bisa. 

  • Dapatkan Sumbernya 

Tentu saja Anda butuh sumber cerita atau dongeng. Anda tidak mungkin bisa cerita kalau tidak ada sumbernya. Sumber dongeng bisa kita dapatkan dengan mudah seperti dari setiap yang kita lihat, kita dengar, dan kita lakukan. Berbeda dengan cerita harus berdasarkan sumber ayang dapat dipercaya kebenarannya, seperti cerita/kisah yang bersumber dari Al-Quran atau dari buku-buku hadist yang sahih.

Cara cepat dan paling efektif agar ide-ide itu mudah didapat seorang pendongeng (guru atau orang tua) harus sering latihan, memerhatikan alam sekitar, dan membaca buku literatur sebanyak mungkin. Tujuannya bukan hanya kita mampu mendongeng dengan baik, tapi juga isi dongeng yang disampaikan bermanfaat.

  • Beri Kesan yang Kuat  

Untuk menjadikan dongeng berkesan bagi anak-anak atau audiens, maka dalam mendongeng perlu diperhatikan hal-hal yang mendukung sehingga dongeng lebih menarik. Dongeng dan cerita/kisah yang baik tentu saja akan memberikan kesan yang baik kepada audiens, juga untuk kesan yang menyampaikannya. 

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mendongeng dan bercerita agar dongeng itu baik dan pendongeng dapat menguasai materi dan membawakan dongeng dengan baik, khususnya ketika kita mendongeng di radio, televisi, indoor (di dalam ruangan) dan outdoor (di luar ruangan).

A.  Mendongeng di Radio

Media memang akan menjadi suatu alat yang sangat dahsyat dalam menyampaikan dongeng. salah satu media yang efektif untuk menyampaikan dongeng adalah radio. dengan radio, kita bisa menyampaikan dongeng dengan dinikmati banyak orang. 

Radio mudah dibawa kemana-mana sehingga bisa dinikmati di mobil, di rumah, atau di tempat-tempat menyenangkan walaupun sikonnya sangat besar apabila di saat mendongeng kita melakukan kesalahan.  Untuk meminimalisasi kesalahan dongeng di radio, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut : 

1.  Siapkan sumber dan referensi 

Agar dongeng bisa fokus, maka kita harus menyiapkan sumber atau referensi. sumber atau referensi bisa dari buku, majalah, internet, dan sumber lainnya. Ini berfungsi sebagai panduan apabila kita lupa cerita dan akan kita bawakan atau kita kurang menguasai materi.

2.  Menguasai materi 

Dengan menguasai materi cerita, maka orang tua, guru dan pendongeng akan mudah mengimprovisasikan cerita. Misalnya, bagaimana suara tokoh orang yang baik dan orang yang jahat, suara kucing dan anjing atau suara-suara yang disesuaikan dengan tokoh cerita sehingga  cerita akan lebih menarik dan pesan yang disampaikan akan cepat dan mudah diikuti oleh anak.

3.  Mampu mengoperasikan komputer 

Tidak semua radio ada ruangan khusus untuk operator sehingga pendongeng harus mampu mengoperasikan komputer agar cerita yang dibawakannya mampu memberikan hiburan yang menyegarkan dan tidak membuat pendengar jenuh. untuk memenuhi itu semua, maka pendongeng harus menyiapkan beberapa sound effect, misalnya suara musik, suara binatang, suara angin dan suara lainnya yang mendukung cerita yang dibawa agar tujuan dari cerita bisa tercapai, yaitu menghibur, memberikan pesan-pesan yang baik, dan diharapkan pendengar mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

4.  Menguasai banyak suara 

Suara sangat penting bagi pendongeng, terutama mendongeng di radio. Dengan banyak suara, maka dongeng akan terasa lebih hidup, alur cerita akan mudah diikuti, dan pendengar akan merasakan seolah-olah mendengarkan obrolan dalam kehidupan nyata. 

B.  Mendongeng di Televisi 

Selain di radio, media televisi juga sangat efektif untuk menyampaikan dongeng dan cerita. di Radio kita isa menyampaikan dengan dinikmati banyak orang, begitu juga di televisi. bahkan di televisi, penonton bisa melihat langsung dimana pendongeng dan pencerita ketika beraksi. untuk itu ada beberapa hal yang harus kita siapkan agar busa mendongeng dan bercerita di televisi secara maksimal, yaitu sebagai berikut : 

1.  Kostum 

Pemilihan kostum adalah hal yang paling penting ketika kita tampil di televisi karena penonton akan melihat penampilan kita. kostum juga sangat berpengaruh terhadap lokasi shooting,  sebelum berangkat shooting, pastikan terlebih dahulu kostum apa saja yang harus kita siapkan agar sesuai dengan yang diharapkan sutradara, nyaman ketika dikenakan dan indah dilihat penonton.

2.  Menguasai materi 

Penguasaan materi cerita sangat penting, dimanapun dongeng dan cerita dilakukan, termasuk di televisi. Tidak semua pendongeng mampu berimprovisasi dengan cepat da tepat sehingga dibutuhkan latihan yang terus menerus.

3.  Mengikuti instruksi sutradara 

Sekalipun kita sudah terbiasa mendongeng dan bercerita, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ketika sedang shooting, maka kita harus konsultasi dengan sutradara atau penanggung jawab acara. cerita yang biasa kita bawakan, apakah sudah sesuai dengan keinginan sutradara atau belum. 

4.  Menguasai banyak suara 

Suara sangat penting bagi pendongeng, termasuk mendongeng di televisi. sama halnya dengan dongeng di radio, banyaknya suara sangat diperlukan sehingga dongeng akan terasa lebih hidup, alur cerita akan mudah diikuti dan pendengar akan merasakan seolah-olah mendengarkan obrolan dalam kehidupan nyata. 

C.  Mendongeng Indoor dan Outdoor (di dalam ruangan dan di luar ruangan)

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan saat mendongeng dan bercerita di dalam gedung antara lain sebagai berikut :

1.  Posisi Audiens 

Agar audiens dapat mendengarkan cerita dan dongeng dengan maksimal, maka pendongeng juga harus mampu berinteraksi dengannya. untuk memudahkan pendongeng dan audiens berinteraksi, sebaiknya posisi audiens dibuat setengah lingkaran (jika memungkinkan) 

2.  Sound System

Sebelum memulai dongeng atau cerita, sebaiknya pastikan bahwa sound system yang akan kita gunakan mampu menjangkau  seluruh audiens dengan baik. Sound system yang baik juga membantu pendongeng dalam membawakan dongeng maksimal. 

3.  Kostum 

Pemilihan kostum adalah hal yang paling penting karena audiens dalam melihat penampilan kita. usahakan  kostum yang dipakai sesuai dengan lokasi cerita. 

4.  Menguasai Materi

Sudah sewajarnya, dimanapun dongeng dan cerita disampaikan , materi harus dikuasai. 

5.  Menguasai banyak suara 

Suara sangat penting bagi pendongeng, bahkan pendengar. Dongeng akan terasa lebih hidup, alur cerita akan mudah diikuti, dan pendengar-pendengar akan merasakan seolah-olah mendengarkan obrolan dalam kehidupan nyata, dengan banyaknya suara yang dikuasai pendongeng. 

D.  Mendongeng dengan Buku 

Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai diberikan dongeng, tapi kalau kita melihat sabda Rasulullah SAW tentang wajibnya menuntut ilmu. " Menuntut ilmu wajib baik muslim laki-laki maupun perempuan dimulai dari buaian ibu sampai liang lahat," sehingga kegiatan mendongeng juga bisa dilakukan semenjak anak-anak masih di dalam kandungan. tentu saja dengan cerita-cerita atau kisah-kisah yang mengandung hikmah. 

Ada beberapa tips mendongeng dengan menggunakan buku, antara lain sebagai berikut : 

1.  Diawali dengan doa

Dahulukan berdoa sebelum kita mulai mendongeng karena ini paling penting, sepintar apapun kita mendongeng, tetap saja kita tidak boleh mengabaikan tentang yang hal ini. dengan berdoa terlebih dahulu yakinlah bahwa insya Allah kita akan dimudahkan untuk mendongeng dan akan memerikan manfaat untuk anak. 

2. Buku yang sederhana

Buku yang sederhana tujuannya untuk memudahkan orang tua menguasai materi cerita. sebaiknya buku yang digunakan adalah buku yang menceritakan tentang aktivitas sehari-hari sehingga akan mudah dipelajari dan disampaikan kepada anak.

3. Buku bergambar 

Dengan buku bergambar orang tua dapat sekaligus mengajarkan anaknya tentang warna-warna yang ada dalam buku cerita

4. Menguasai materi cerita 

Dengan menguasai materi cerita, maka orang tua akan muda untuk mengimprovisasikan isi cerita sehingga cerita akan lebih menarik dan pesan yang disampaikan akan cepat dan mudah diikuti oleh anak. 

E.  Mendongeng dengan Boneka

Alat peraga berupa boneka sangat cocok digunakan untuk anak-anak usia 2-4 tahun. karena anak sesuai da ini lebih suka memerhatikan bonekanya atau perbedaan suara yang disampaikan pendongeng ketimbang dia memerhatikan atau mengikuti alurnya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita mendongeng dengan menggunakan boneka, antara lain sebagai berikut :

1.   Memilih boneka

Pilihlah boneka yang menarik dan sesuaikan dengan jumlah tokoh yang ada dalam cerita . Usahakan antara boneka yang satu dengan yang ain berbeda. tujuannya untuk mengenalkan kepada anak tentang karakter tokoh yang disesuaikan dengan perannya.

2.  Memiliki suara yang berbeda 

Dengan memiliki suara yang berbeda mendongeng dengan menggunakan boneka akan lebih menarik dan dapat dinikmati anak-anak dengan baik

3.  Diskusi 

Ajak anak-anak untuk diskusi, baik dengan pendongeng maupun  dengan boneka yang dibawanya, sehingga cerita akan lebih hidup dan anak-anak akan merasakan ikut terlihat dalam sebuah cerita.



Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan