Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Ibu Ani, Sutopo Nugroho, Arswendo, dan Agung Hercules: Indonesia Darurat Kanker?

2 Agustus 2019   07:24 Diperbarui: 2 Agustus 2019   09:08 547
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam dua bulan terakhir, Kanker berhasil membunuh beberapa tokoh penting di Indonesia. Indonesia darurat kanker?

Kanker adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon sehingga terjadi penumpukan atau pertumbuhan daging pada jaringan tubuh yang normal.

Penyakit ini dinamakan oleh seorang dokter Yunani, Hippocrates yaitu carcinos dan carcinoma yang berarti tumor jinak sedangkan "karkinos" berarti tumor ganas atau kanker. Menurutnya, penyakit tersebut mirip kepiting sehingga kata-kata tersebut digunakan untuk menggambarkan kepiting.

Berdasarkan catatan sejarah yang dituangkan dalam papirus, Pertama kali penyakit kanker terjadi dan didokumetasikan adalah kanker payudara yang terjadi di Mesir sekitar tahun 1500 SM.

Kini, penyakit kanker semakin akrab ditelinga kita. Ya, setelah membaca berita kematian Agung Hercules, salah satu Komedian terkenal di Indonesia yang meninggal dunia karena kanker otak glioblastoma.

Bulan Juni, Indonesia kehilangan "Flamboyan" mantan Ibu Negara Indonesia, Ani Yudhoyono. Kepergiannya diakibatkan oleh kanker darah yang diidapnya selama kurang lebih 3 bulan.

Baru sebulan berduka, awal bulan Juli Indonesia harus menerima kenyataan ketika kanker paru-paru merenggut nyawa Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Lagi-lagi dalam bulan Juli, Indonesia kehilangan seorang maestro sastra, Arswendo Atmowiloto yang mengidap kanker prostat. Ini mengerikan.

Kanker seakan menjadi pembunuh bayaran untuk melenyapkan figur dan tokoh-tokoh penting di Indonesia.

Akan tetapi, Kanker tidak mengenal status dan golongan, ketika ia memiliki kesempatan, ia membunuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun