Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Budaya | Pekerja Sosial | Pengawas Pemilu

Orang biasa yang menulis hal-hal biasa

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Langkah Indonesia Menuju Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

15 Juli 2019   23:07 Diperbarui: 15 Juli 2019   23:11 265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Untuk itu, rencana pembangunan Kota Ekonomi Kreatif diperlukan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi momok perkembangan KEK yang sudah dibangun disesuaikan dengan konteks Kotanya.

Selain itu, Pemerintah perlu tegas soal kemudahan regulasi dan kebijakan-kebijakan bagi investor dan tenaga kerja serta birokrasi yang menatakelola Badan Ekonomi Kreatif.

Hal ini perlu sinergitas antara pemerintah daerah kota pengembangan Kota Ekonomi Kreatif sehingga tata kelola dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Belajar dari Kota-kota Ekonomi Kreatif Di Dunia

Silicon Valley
Siapa yang pernah mendengar tentang kota ini? Silicon Valley merupakan ibukotanya teknologi dunia atau rumah bagi banyak perusahaan teknologi startup hingga teknologi informasi sudah lama berdiri.

Dilihat dari namanya Kawasan Silicon Valley dipenuhi dengan industri semikonduktor dan perusahaan-perusahaan komputer seperti Yahoo, Google, Facebook, Youtube, hingga Apple dan HP.

Menarik, Sehat Sutardja, orang Indonesia merupakan co-founder dari perusahaan semikonduktor Marvell Technology Group bermarkas di Silicon Valey. Bahkan, ketua Board of Trustees Indonesia Diaspora Network Global Dino Patti Djalal menyebut Sehat sebagai orang Indonesia tersukses di Silicon Valley karena memiliki ratusan paten memiliki ribuan karyawan dengan kantor dari perusahaan yang ia dirikan di berbagai negara di dunia.

Silicon Valley disebut sebagai surganya mereka yang punya hasrat kuat membangun startup dan memiliki budaya wirausaha yang kuat. Tak heran banyak negara yang belajar membangun Kota Ekonomi Kreatif. Seperti Bangalore di India, Silicon Wadi di Tel Aviv-Israel dan Shenzhen di Tiongkok.

Selain belajar dari Silicon Valley, Indonesia perlu belajar dari Shenzhen di Tiongkok yang menjadi tuan rumah Bursa Saham Shenzhen dan juga kantor pusat berbagai perusahaan multinasional seperti JXD, Vanke, Hytera, CIMC, SF Express, Maskapai Shenzhen, Nepstar, Hasee, Ping An Bank, Asuransi Ping An, China Merchants dan sebagainya yang membuat Shenzhen menempati urutan ke-14 Indeks Pusat Keuangan Global pada tahun 2019.

Di India, Bangalore disebut sebagai Lembah Silikon India karena sejumlah besar perusahaan teknologi informasi yang berlokasi di kota yang memberikan kontribusi 33% dari ekspor TI India sebesar 1.442 miliar (US $ 21 miliar) pada tahun 2006-07.

Silicon Wadi di Tel Aviv-Israel merupakan salah satu kota dengan konsentrasi industri high-tech yang tinggi, mirip dengan Silicon Valley di California, Amerika Serikat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun