Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Petani

Anak petani dari desa yang sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Artikel Utama

Tsamara Amany, Calon Menteri Termuda Indonesia

15 Mei 2019   07:00 Diperbarui: 21 Mei 2019   00:03 15576 34 20
Tsamara Amany, Calon Menteri Termuda Indonesia
Grace Natalie dan Tsamara Amany Alatas

Usia muda adalah modal agar tangan terus terkepal, untuk arungi medan politik yang terjal.

-Najwa Shihab

Wacana menteri Jokowi dari kaum muda milenial semakin menguat. Jokowi ingin mencoba tren saat ini untuk mengandalkan kaum muda. Hal ini juga akan menjadi sebuah terobosan dalam dunia berpolitik Indonesia yang masih dalam pola yang lama dimana hanya orang-orang tua yang berkiprah di dunia politik.

Menteri muda yang terpilih diharapkan mewakili kaum milenial untuk berkontribusi bagi Indonesia. Tentunya, pemilihan menteri dari kalangan muda pasti melewati sebuah proses sehingga yang terpilih adalah mereka yang benar-benar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Dalam wacana tersebut, ada beberapa nama yang dibicarakan media sebagai calon menteri muda Jokowi. Dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ada Grace Natalie dan Tsamara Amany dan dari Partai Perindo Angela Herliani Tanoesoedibjo.

Nama Tsamara Amany menjadi sorotan media dan juga publik mengingat ia masih sangat muda. Tsamara dilahirkan di Jakarta pada 21 Juni 1996. Kini, umurnya terhitung 23 tahun.

Tsamara Amany Alatas, itulah nama lengkap politisi muda dari PSI. Dalam kepengurusan Partai, Ia dipanggil dengan sebutan Sis Tsamara tetapi nama panggilan yang lainnya adalah Sammy.

Sammy menyelesaikan pendidikan menengah di New Zealand International School, Jakarta kemudian ia melanjutkan studi S1 di bidang Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina.

Ia kemudian menyelesaikan skripsinya pada tahun lalu, Maret 2016 dengan nilai A. Politisi berumur 23 tahun ini menyelesaikan studi tepat waktu yaitu 3,5 tahun atau 7 semester.

Menarik, skripsinya tentang Partai Politik yang ia dan teman-temannya pimpin sekarang. Skripsinya berjudul "Pengaruh Kampanye Multimedia Partai Solidaritas Indonesia di Facebook Terhadap Minat Anak Muda Berbagi Informasi Politik".

Rupanya, Tsamara Amany Alatas sudah tertarik dengan dunia politik sejak ia masih remaja. Idolanya adalah Jokowi dan Ahok. Melalui tulisan di blog seperti Kompasiana ia menuangkan segala kritik dan sarannya tentang kehidupan politik di Indonesia.

Jelas bahwa karena menulis dan keinginan berkecimpung dalam dunia politik, ia harus banyak membaca. Ia sering membaca berita dan buku-buku para father founder Indonesia.

Ia pernah menjadi saksi tentang presentasi syarat maju melalui jalur independen dalam Pilkada. Pada saat itu, ia ditunjuk oleh pemimpin Komunitas Pendukung Ahok (KOMPAK) untuk menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di usianya yang ke-19, ia berhasil lolos dalam Tim Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang bertugas memberikan saran dan mengawasi kebijakan gubernur setelah bersaing ketat dengan beberapa magister yang dianggap lebih pintar dari Sammy.

Selama magang di tim PTSP ia mempelajari kehidupan berpolitik orang Indonesia. Ia memutuskan untuk terjun dalam dunia politik setelah melalui pengamatan track record partai politik dan diskusi dengan Grace Natalie.

Akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dianggap kontroversial karena dipimpin oleh anak-anak muda dan mereka berani menolak aturan-aturan yang tidak nasionalis seperti hukum syariah.

Jabatan dalam kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Eksternal dan ia bertugas sebagai juru bicara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma'aruf menjelang Pilpres 2019.

Pada pileg 2019, Tsamara Amany Alatas menjadi salah satu caleg termuda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 1 pada daerah pemilihan Jakarta II yang meliputi Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan dan Luar Negeri.

Walaupun masih muda, dalam perhitungan suara di Singapura, Sammy mengalahkan dua politisi senior yaitu Wasekjen PDIP, Eriko Sotarduga dan Nur Wahid.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2