Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Webinar PERDOSRI: KLB Polio, Gejala, dan Manajemen Rehabilitasi Medis

21 Desember 2022   09:11 Diperbarui: 21 Desember 2022   09:19 606
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karena itu, PP PERDOSRI amat concern dengan temuan kasus ini mengingat dampak dari polio ini menjadi ranah dari Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi atau Sp.KFR.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

PP PERDOSRI pun berinisiatif mengadakan webinar cepat tanggap sesi 1 berjudul "Poliomyelitis Datang Lagi: Manajemen dan Rehabilitasi Medis Fase Akut dan Sub-akut", Minggu 18 Desember 2022.

Acara ini  diselenggarakan PP PERDOSRI melalui Spesial Interest Grup (SIG) Pediatrik Rehabilitation dengan inisiator Dr. dr. Ratna Soebadi, Sp.KFR, Ped. (K) bekerja sama dengan Docquity sebagai media patner. Sasarannya adalah seluruh dokter Indonesia.

"Tujuannya guna meningkatkan kesadaran atau awarenes para praktisi kesehatan. Selain itu, meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dokter khususnya dr SpKFR dalam melaksanakan tata laksana rasional pada kasus poliomyelitis agar dapat mengambil sikap yang tepat," tambah dr. Rumaisah Hasan.

Webinar ini menghadirkan pembicara para ahli yakni dr. Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med. (ClinNeurophysiol) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia IKK Neuropediatri, Dr. Fatchur Rochman, Sp.KFR, M.S.(K) (Departemen Rehabilitasi Medis FKUnair-RSUP dr. Soetomo, Surabaya), dan Dr. dr. Nasyaruddin Herry Taufik, Sp.KFR (Dokter Rehabilitasi Medis di RS Zainoel Abidin, Banda Aceh, NAD)

Menurut dr. Fristika Mildya, M.KK dari Direktorat Pengelolaan Imunisasi, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, penyakit polio adalah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I -- polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus.

"Karena itu, diperlukan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata supaya dapat mencegah individu dari penyakit yang berbahaya dan mencegah penularan di masyarakat," tegasnya.
 
Dikatakan, terdapat 3 tipe virus polio yaitu tipe 1, tipe 2, dan tipe 3 yang menular melalui fecal-oral dan oral-oral. Jenis vaksinnya sendiri terdiri dari vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio inaktivasi (IPV) yang mengandung virus polio tipe 1, 2, dan 3.

Target global polio adalah eradikasi polio pada 2026. Sementara pada 2014 Indonesia dinyatakan telah bebas polio.

Kebijakan surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) saat ini adalah penemuan kasus lumpuh layuh akut (AFP) di semua fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif maupun pasif.

Setiap kasus AFP dilakukan penyelidikan, setiap kasus AFP diambil specimen tinja dan diperiksa di lab rujukan, dan pelaporan dengan formulis sesuai pedoman. Berlaku laporan nihil (zero report) jika tidak ditemukan suspek yang memenuhi kriteria di fasyankes.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun