Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Mau Pinjam Uang di Pinjol, Cek Dulu Statusnya di OJK

30 Agustus 2021   21:48 Diperbarui: 14 Oktober 2021   19:53 720
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi orang yang hendak menggunakan jasa pinjaman online. (DOK. Shutterstock via kompas.com) 

Pokoknya prsyaratan pengajuan harus WNI, usia 21 -- 50 tahun, punya penghasilan tetap, memiliki e-KTP, punya buku tabungan atas nama pribadi dan menggunakan smartphone untuk bisa menggunakan aplikasi.

Kecocokan data antara pengajuan di aplikasi dan data di rekening bank menjadi syarat penting agar pinjaman bisa dicairkan. Meskipun skor kredit sudah lolos, tetapi jika data di rekening bank tidak sesuai dengan di aplikasi, fintech tidak akan mencairkan pinjaman.

Awalnya, pinjaman yang disetujui 2 juta dengan jangka waktu 6 bulan. Saya lupa tiap bulan bayar berapa. Yang jelas setiap bulan suami membayar tagihan.

Kata suami, bunganya sih cukup terjangkau, terlebih karena berada dalam pengawasan OJK, tetapi masih lebih besar daripada bunga pinjaman di bank. Namun, setidaknya cukup membantu nasabah yang membutuhkan uang segera.

Suami bilang, "nasabah" tidak bisa mengajukan pinjaman lagi sebelum pinjaman dilunaskan. Setelah lunas, biasanya ada penawaran pinjaman dari pinjol tersebut.

Beberapa bulan setelah lunas, suami ditawari lagi pinjaman. Alasannya, suami memiliki attitude yang baik dan memenuhi kewajibannya. Tapi tawaran ini ditolak oleh suami saya dengan alasan tidak ingin sampai menjadi kebiasaan.

Suami, katanya, pernah mencoba pinjam 20 juta, tapi ternyata tidak disetujui. Entah alasannya apa. Pokoknya, setelah dihitung-hitung oleh fintech tersebut, suami saya dinilai belum layak. Wah, bagus dong. Coba kalau disetujui? Bisa manyun terus saya.

Beberapa bulan kemudian suami mengajukan pinjaman lagi. Tidak banyak. Sekitar 2 juta buat menambah kekurangan uang yang ada, lagi-lagi karena saya enggan memberikan pinjaman.

Uang ini akan dipakainya untuk membeli PS4 permintaan anak pertama saya, yang dulu sempat dijanjikan tapi belum juga dibelikan. Anak saya menagihlah.

Saya keberatan sebenarnya. Tidak penting-penting banget soalnya. Tidak ada urgensinya dan manfaatnya. Lagi pula ada HP. Di rumah juga pasang wifi unlimited. Jadi, buat apa harus beli PS 4?

Apalagi di saat pandemi Covid-19. Di saat orang-orang kehilangan pekerjaan dan bersusah payah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, eh suami malah "menghambur-hamburkan" uang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun