Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Ambil Makanan Sendiri, Saya "Diadang" Pegawai Hotel

28 September 2020   22:21 Diperbarui: 29 September 2020   14:31 1001
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemudian saya melihat petugas melakukan hal yang sama pada tamu yang lain. "Oh begitu ya. Kok dia boleh ambil sendiri?" kata tamu perempuan sambil pandangannya mengarah kepada saya. "Kalau saya sudah terlanjur, bu. Sudah tanggung," jawab saya.

Lalu, pegawai itu pun mengambilkan makanan sesuai permintaan tamu. "Yang ini mas, tapi nggak usah banyak-banyak," kata perempuan yang juga peserta FGD yang posisi di seberang pegawai sambil menunjuk makanan apa saja yang diinginkan.

Saya perhatikan pegawai hotel yang bertugas melayani tamu di bagian prasmanan hanya seorang. Jika jumlah tamu sekitar 40 orang, berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya menghitung mungkin sekitar 1 jam?

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Tapi syukurlah, saya perhatikan tidak semua tamu makan dengan sajian prasmanan. Jadi, perkiraan saya meleset terkait waktu yang dibutuhkan pegawai hotel untuk melayani semua tamu. 

Selain hidangan buffet, ada banyak sajian lain yang disediakan namun ditata di 4 penempatan terpisah, yang masing-masing dijaga oleh 1 pegawai.

Ada penempatan hidangan jenis mie kuah, ada juga penempatan hidangan dessert seperti kue, buah, minuman. Selain itu, ada penempatan hidangan sop cream, gado-gado, dan tahu bumbu, serta ada penempatan hidangan untuk jenis soto. Semuanya diambilkan oleh pegawai, tamu hanya tinggal bilang.

Ini adalah adaptasi kebiasaan baru yang sepertinya baru kali ini saya alami. Saya memang pernah menghadiri agenda kegiatan di hotel lain ketika new normal mulai diterapkan, tapi makan siang buat tamu sudah dikemas untuk dibawa pulang. Tidak untuk dimakan di tempat. Apa setiap hotel berbeda dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19? 

Saya memang pernah membaca Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekfraf) menerbitkan protokol kesehatan berbasis CHSE (cleanliness, healthy, safety, and enviromental sustainability) untuk hotel dan restoran, tapi apakah protokol kesehatan Covid-19 seperti itu?

Sudahlah, tak perlu saya pusingkan juga. Toh penerapan protokol kesehatan seperti itu untuk kebaikan bersama juga. Ini bisa saya maklumi untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Siapa yang bisa menjamin di antara para tamu "tidak membawa" virus Corona, termasuk saya?

Ketika tamu memegang sendok yang sama untuk mengambil makanan, lalu orang berikutnya menyentuh sendok yang sama, kemudian diikuti tamu berikutnya lagi, lantas melakukan kontak dekat dengan orang lain bisa saja berpotensi terjadi penularan virus corona. Terlebih sekarang banyak yang terpapar tanpa gejala (Orang Tanpa Gejala).

Untuk mencegah hal ini terjadi, maka pegawai hotel saja yang mengambilkan. Terlebih dia memakai sarung tangan sehingga menjadi lebih aman ketika memegang sendok karena tidak tersentuh tamu hotel. Aman kan? Tamu juga tidak perlu repot.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun