Mohon tunggu...
Negara KITA
Negara KITA Mohon Tunggu... Keterangan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Bio

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ketika Jokowi-Prabowo Ogah Diatur Blok Islam

12 Agustus 2019   19:26 Diperbarui: 12 Agustus 2019   19:38 499 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Jokowi-Prabowo Ogah Diatur Blok Islam
Jokowi-Prabowo di Kongres PDIP [Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana]

Kongres ke-V PDIP 9 Agustus di Bali menjadi momen yang istimewa antara Prabowo dan Megawati. Saat kongres tersebut Ketum Gerindra imenjadi tamu spesial yang mendapat sambutan meriah dengan sorak sorai serta applause dari para peserta Kongres. 

Nama Prabowo pun disebut berkali-kali. Salah satunya oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri. Ia menilai Pilpres 2019 melawan Prabowo merupakan pesta demokrasi yang melelahkan. Tetapi, Mega menantang Prabowo agar siap bertempur lagi di Pilpres 2024. 

"Iya lho, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus. Ya sudahlah nanti tempur lagi di 2024. Siap?" kata Megawati. Apabila kita memperhatikan hanya sekilas, pesan ini seakan-akan menunjukkan bahwa Megawati akan berseberangan lagi dengan Prabowo di 2024. Akan tetapi ada pernyataan lanjutan darinya. 

"Sayang saya perempuan. Sudah gitu cantik lagi. Masa saya tinju-tinju. Tapi masa saya tinju sama Pak Prabowo?" lanjut Megawati. 

Pernyataan ini seakan mengindikasikan bahwa pertempuran di 2024 bukanlah antara PDIP dengan Gerindra melainkan PDIP-Gerindra bersama-sama berkoalisi melawan kubu yang akan muncul menjadi lawan mereka di Pilpres 2024. 

Artinya, hubungan antara Megawati dan Prabowo telah kembali seperti sedia kala seperti 2009 yang lalu. Hubungan yang sangat hangat. Kedekatan itu makin terlihat saat Megawati melihat-lihat pameran foto di sela-sela sidang Kongres. 

Megawati sangat tertarik melihat foto dirinya yang tersenyum melihat Prabowo memegang perut seakan kekenyangan setelah pertemuan nasi goreng di Teuku Umar. 

Kedekatan itu makin mengesankan bahwa selama 5 tahun ke depan Gerindra akan membantu Jokowi di kabinetnya nanti. Mereka akan membantu dengan menyodorkan calon menteri apabila konsep dari Gerindra disetujui oleh Presiden Jokowi. 

Pihak Gerindra sendiri lewat Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad telah menyerahkan konsep dan program kerja sama dengan PDIP ke mantan Gubernur DKI itu. 

Tentunya, bergabungnya Gerindra ke dalam kabinet Jokowi akan mengubah susunan menteri yang akan membantunya nanti. 

Istilahnya adalah koalisi yang menjadi sangat gemuk. Hal inilah yang menimbulkan reaksi dari partai-partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x