Mohon tunggu...
Natanael Albertus
Natanael Albertus Mohon Tunggu... Guru - Saya penghobby menulis karya fiksi dan non fiksi.

Saya hanya orang biasa yang hobby menulis dan mengamati dunia

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Mampukah Irfan Setiaputra Membawa Garuda Indonesia Lebih Profesional?

22 Januari 2020   21:56 Diperbarui: 22 Januari 2020   22:05 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Irfan Setiaputra (kompas.com, 22/1/2020)

Pada Rabu (22/1/2020) di Auditorium Garuda City Center (GCC) Garuda Manajemen Building, Kompleks Perkantoran Soekarno-Hatta, Irfan Setiaputra resmi dilantik sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (dalam lansiran kompas.com, 22/1/2020).

Komisiaris Utama Garuda Indonesia yang baru dilantik selain Irfan ialah Triawan Munaf.

Betul apa yang dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa kita perlu mencari seseorang terbaik dalam mengelola Garuda Indonesia yang merupakan kebanggaan bangsa Indonesia.

Pengangkatan Triawan Munaf sebagai Komisiaris Utama diprediksi memiliki kemampuan memberi masukan dan langkah-langkah strategis pemasaran agar pamor Garuda terangkat dan bersih dari penyalahgunaan fasilitas negara.

Selain itu, Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir juga mempercayakan komisiaris Independen ke Ibu Yenny Wahid yang bisa dipercaya oleh publik.

Jika kita lihat perjalanan karir Bapak Irfan seperti yang saya baca di laman kompas.com (22/1/2020) dijabarkan bahwa beliau lahir di Jakarta, 24 Oktober 1964, lulusan Sarjana Informatika dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, beliau juga anggota Majelis Wali Amanat Wakil Alumni.

Sejumlah penghargaan telah diraih oleh beliau yakni IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

Dari profil karir yang digeluti, beliau cukup layak memimpin sebagai Direktur di Garuda Indonesia. Pengalamannya yang pernah menjabat sebagai Managing Direktur di Cisco dan berhasil menaikkan bisnis Cisco Indonesia dari 25 juta dollar AS menjadi 125 juta dollar AS perlu ditularkan saat mengelelola Garuda Indonesia.

Beliau juga pernah menjadi CEO di perusahaan pertambangan, PT Titan Mining Indonesia dari tahun 2012 sampai 2014. Selanjutnya, pada Juli 2014 sampai Mei 2017 menjadi CEO di PT Cipta Kridatama, perusahaan sektor batu bara.

Dalam satu tahun terakhir, ia sebagai CEO Sigfox Indonesia, sebuah perusahaan internet of Things (IoT).

Kita bangsa Indonesia berharap, Bapak Irfan memiliki mental dan karakter yang jujur. Bangsa Indonesia tidak membutuhkan orang yang pandai tetapi saat ini membutuhkan orang yang memiliki jiwa kebangsaan, karakter dan watak yang baik, dan tidak gila jabatan (ambisius).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun