Puisi

Aku yang Terakhir

18 Mei 2017   01:36 Diperbarui: 18 Mei 2017   01:47 24 0 0

Burung Cendrawasih Papua

Pulau ku yang terakhir di sanalah aku hidup.

Tak terbatas hidupku di rana di sana.

Akulah anak Koteka dan Moge.

Akulah anak Tifa yang terlahir di alam raya Papua.

Riang gembira itulah aku yang terakhir.

 

Hidup bersama leluhur dengar cerita indah

Firasatku nan bersama cerita leluhur

Kaki telanjang berjuang harapan

Dibawa kolom lagit alam raya terseduh-seduh

 

Biarlah hidup terakhirku cari nasibku

Whai kau yang terakhir dengarlah rintihan harapan

Kini kedengkianku hanya taruhan nasibku

Air mataku untuk yang terakhir kali

Itulah panah kehidupan nasib anak jalan

 

Cintai yang terakhir 

Cinta yang tak lupakan

Cinta yang perjuangan

 

Akulah yang terakhir anak boca koteka

Bersanjung pada harapan masa depanku

Taruhan jiwa dan ragaku pada diri ini

Menanti harapan yang ditunggu terakhir kali

 

Itulah boca kecil koteka bersuara

Itulah anak Papua bersuara

Itulah alam Papua bersuara

Itilah leluhur Papua Bersuara

 

Karya, Natalis Bukega

Kamis, 18 Mei 2017