Nasrulloh Mu Bakso Lahar
Nasrulloh Mu Bakso Lahar wirausaha

Kontak 0859-4621-2489, Owner Bakso Lahar, Coach Bisnis Retail

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Krisis di Era Umar Bin Khatab

7 Januari 2018   20:38 Diperbarui: 7 Januari 2018   20:47 358 1 1


Di masa Umar bin Khatab , tidak saja bercerita tentang kesejahteraan, perluasan wilayah. Tetapi juga penanggulangan krisis. Ini contoh sempurna tentang kepemimpinan.

Krisis ekonomi berlangsung selama 9 bulan akibat kemarau yang membuat tanah menjadi hitam. Angin dipenuhi dengan debu.

Terjadi eksodus besar-besaran dari seluruh Hijaz ke Madinah. Jumlah pengungsi 60.000 orang. Yang Wafat sepertiganya.

Di masa krisis. Umar mengharamkan dirinya makan yang lezat. Makanannya hanya roti kering dan minyak. Tubuh Umar bin Khatab menjadi kurus. Kulitnya hitam.

Umar bin Khatab membagikan sendiri makanan dari bantul mall hingga kosong. Umar dibantu oleh 7.000 relawan. Umar menguburkan dan menshalatkan yang wafat.

Saat baitulmal habis. Umar membuat surat ke para gubernurnya di Syam dan Mesir agar membantu para korban. Menunda pemungutan zakat. Menghentikan hukuman Had. Memimpin langsung shalat Istisqa. Dan meminta seluruh negri melakukan shalat Istisqa.

Di era ini. Umar menyerukan dirinya dan seluruh kaum muslimin untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat. Ada kobaran api di sekitar Madinah yang tak bisa dipadamkan. Api itu padam sendiri ketika kaum muslimin bersedekah.

Wabah penyakit Anwas menyebar di Syam. 30.000 kaum muslimin wafat atau setengah penduduk Syam wafat. Abu Ubaidah bin Jarrah dan Muaz bin Zabal wafat. Banyak sekali sahabat yang wafat.

Penyebabnya karena udara kotor yang disebabkan oleh udara  berbau busuk dan polusi karena banyak mayat.  Wabah ini hilang sendiri. Untuk meminimalkan korban, kaum muslimin mencari daerah pegunungan yang berudara sangat bersih.

Cerita tentang Umar Bin Khatab saat krisis sangatlah mengesankan. Prilakunya disimpulkan oleh KH Zainudin MZ dengan singkat. Yaitu, Pemimpin yang pertama kali lapar, dan terakhir kenyang dibandingkan rakyatnya.

Seorang Sahabat berkata,"Andai Allah tidak melenyapkan musibah pada tahun kelabu, kami yakin Umar Bin Khatab akan mati karena kesedihannya."

Suatu ketika Umar mengajakan orang badui makan bersama. Dihidangkannya roti dengan campuran mentega. Ternyata orang badui berkata bahwa dia sudah lama  dan masyarakat tidak memakannya. Sejak itu Umar mengharamkan dirinya untuk makan daging, mentega dan susu.

Ketika Umar Bin Khatab dihadiahi banyak makana lezat. Umar memberikan hadiah tersebut kepada rakyatnya. Karena dia tidak suka makan yang berlebihan. Umar bin Khatab pun berkata,"Bagaimana saya bisa memperhatikan kondisi rakyat, bila saya tidak tertimpa apa yang menimpa mereka."

Keseharian Umar penuh dengan kelaparan, kehausan dan hingga warna kulitnya berubah.

Umar selalu berkeliling tempat pengungsian. Suatu hari ada seorang ibu yang hendak membuat roti dengan gandum. Namun tidak jadi roti. Maka Umar pun mengajarkannya.

Banyak kisah yang terrekam bagaimana Umar memanggul sendiri gandum dan bahan pokok untuk didistribusikan ke pengungsian.

Ini tidak berlaku hanya untuk pribadi Umar bin Khatab. Tetapi juga untuk keluarganya. Saat anaknya memakan buah semangka. Dia berkata,"Bagus hai anaknya Amirul Mukminin, kau memakan buah sementara umat Muhammad kurus kering."

Umar pun mengintrogasinya darimana buah tersebut. Ternyata dari kerja keras anaknya sendiri.

Darimana menyelesaikan krisis ? Dari pemimpinnya sendiri. Energi terbesar menuntaskan masalah adalah karakter pemimpinnya sendiri. Tak ada sistem yang mampu menuntaskan krisis, tanpa dipelopori dari karakter pemimpinnya sendiri.

Umar lebih banyak beristighfar. Lebih banyak bersedekah. Lebih banyak bemunajat. Lebih banyak menyalahkan dirinya. Hingga khawatir umat Nabi Muhammad dihancurkan dimasanya.

Umar menghapus semua beban rakyat. Si kaya ditangguhkan pembayaran zakatnya. Si miskin disubsidi dan meminta bantuan dari seluruh wilayah disekitarnya. Bahkan hukuman pidana tidak diberlakukan sementara waktu.

Masyarakat diajarkan bagaimana bertahan dan keterampilan hidup. Diajarkan bagaimana membuat roti. Dibentuk lembaga penanggulangan bencana dengan 7.000 relawan. Distribusi makanan pokok diperlancar.

Seluruh masyarakat bergerak dan tergerak, karena pemimpinnya mengharamkan semua yang membuat perbedaan antara rakyat dan pemimpinnya.

Umar bin Khatab tidak saja bisa membawa kegemilangan tetapi menuntaskan krisis yang muncul dimasanya.