Mohon tunggu...
Nandia Kiranti
Nandia Kiranti Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

membaca

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kondisi Pendidikan di Masa Covid-19

6 Desember 2021   09:23 Diperbarui: 6 Desember 2021   09:42 60 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pendidikan ialah aspek yang sangat penting bagi semua khalayak karena dengan pendidikan lah kita menjadi cerdas dan berkuliatas. Akan tetapi pada saat ini dunia sedang di guncang dengan virus yang mematikan. Virus ini menyerang siapa saja maka perlu kewaspadaan yang tinggi dan virus ini menyerang begitu cepat juga hampir menyebar di seluruh penjuru dunia sehingga WHO menjadikan virus ini sebagai pandemi global. Maret 2020, Presiden Republik Indonesia mengumumkan bahwa terdapat 2 warga Indonesia yang terpapar virus covid-19. Hal tersebut membuat masyarakat kaget, cemas dan khawatir karena virus tersebut mudah menular.  

Manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi yang memungkinkan penyebaran covid-19 menular secara pesat.  Tetapi ada saja masyarakat yang tidak paham akan bahaya covid-19 dan mengabaikan kebijakankebijakan Pemerintah, yang menyebabkan angka positif dan angka kematian bertambah setiap harinya. Akibatnya virus ini telah berdampak pada bidang sosial, bidang ekonomi tentunya bidang pendidikan pun mengalami perubahan yang cukup besar. Perguruan tinggi dan sekolah di tutup. Virus ini juga melumpuhkan semua sektor kehidupan.  

Zona kuning tandanya zona yang risikonya rendah atau juga penyebaran kasusnya rendah, sedangkan Zona orenge tandanya risiko di wilayah tersebut cukup banyak dan zona merah tandanya risiko dan penyebaran di wilayah tersebut sangat banyak dan perlu kewaspadaan yang tinggi. 

Para siswa akan mempelajari materi tersebut jika diberi tugas atau akan kuis maka pembelajaran daring berjalan dengan efektif. Berbeda dengan guru hanya memberikan materi dipelajari sendiri tanpa adanya tugas, maka siswa tidak begitu antusias sehingga pembelajaran daring tidak efektif. 

 

Keterbatasan pengetahuan guru dalam menggunakan platform digital, laptop, handphone, serta koneksi jaringan. Dapat mempengaruhi kinerja guru dalam mengajar serta memberikan materi kepada peserta didik. Sebagian guru mampu menggunakan platform digital tetapi mampu mengakses lebih jauh lagi. Guru kurang mengontrol siswa saat pembelajaran berlangsung. Solusi alternatif selamat pandemi covid-19 agar pembelajaran terus berlangsung dengan cara pembelajaran daring. Guru tidak dapat melihat sikap siswa pada saat pembelajaran daring, agar fokus dalam belajar sosok fisik guru secara langsung dibutuhkan. 

Sebagian besar peserta didik hanya fokus bermain dan mengabaikan tugas pemberian guru, yang alhasil tugas terus menumpuk dan orang tuanyalah yang mengerjakan. Sebagian guru tutup telinga dan mau tahu tentang hal itu, yang terpenting bagi guru ialah tugas selesai dan dikumpulkan walaupun tidak tahu apakah peserta didik mengerti atau tidak. Saat pelaksanaan ulangan akhir semester atau tengah semester peserta didik mengandalkan jawab dari orang tua atau dari pencarian online jawabannya simpang siur, sehingga orang tidak begitu antusias dalam melihat nilai peserta didik dalam hasil pembelajarannya. Pada saat pembelajaran daring orang tua siswa sebagian besar berkerja di luar rumah, yang mengakibatkan orang tua mengeluh dengan pembelajaran daring.  

Kendala hal yang utama adalah keterbatasan orang tua dalam media elektronik serta latar belakang ekonomi orang tua yang tidak memungkinkan untuk mengeluarkan biaya membeli handphone atau mengeluarkan biaya untuk membeli paket internet yang tinggi untuk setiap bulannya. Wilayah peserta didik yang sulit untuk mengakses internet. Pada masa pandemi orang-orang melakukan social and physical distancing yang artinya sebagian orang melakukan kerja dari rumah dan menghambat kecepatan jaringan internet. Jika masalah jaringan internet tidak ditangani secara serius maka dampaknya pembelajaran daring kurang optimal atau kurang efektif. 

Pembelajaran daring dapat berjalan dengan lancar asalkan saran prasarana terpenuhi dan merata. Kepada guru untuk mengatasi kendala dalam menyampaikan materi, guru dapat menyiapkan dalam bentuk power point dengan ilustrasi berupa video dan foto yang dapat membuat peserta didik focus dan tertarik untuk belajar. Dalam penguasaan IT guru dapat menguasai aplikasi sederhana contohnya whatshapp,power point. Disamping itu guru juga wajib meningkatkan penguasan IT. Guru dapat menanyakan langsung kepada peserta didik penyebab tidak mengerjakan tugas dan meminta solusi kepada pihak BK.  

Kepada peserta didik rasa malas dan bosan dapat ditangani dengan posisi pembelajaran dengan nyaman, menyediakan botol minum, suasana nyaman tidak berisik, penerangan cukup terang, kondisi fisik yang fit, semangat, dan keadaan mental yang baik tidak emosi, kesal, dan cemas. 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan