Mohon tunggu...
Nanda Yusnita
Nanda Yusnita Mohon Tunggu... Jurnalis - Content Writer - Copywriter

Cafe Review - Movie Review - Event Review - Travelling - Lifestyle. Let's be friend, hit me on Instagram: @nandayusnita

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Balutan Ide Para Cendikiawan Masa Kini dalam Melukis Wajah Negeri

18 Agustus 2019   20:55 Diperbarui: 18 Agustus 2019   21:13 296
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Najwa Shihab dan Saya, Image by Nanda Yusnita

Tak hanya menjawab perkembangan digital yang begitu pesat, Mba Nana (sapaan akrab Najwa) percaya apapun yang ditampilkan di layar digital turut berkontribusi dalam melukis wajah negeri, ungkapnya (13/08/2019) "Kita harus bikin sesuatu yang memang terutama ke anak muda yang mendapat informasi lewat genggaman tangan, lewat digital. Maka dari itu buat Narasi yg punya topik menarik dan berbagai pilihan alternatif konten. Tapi semuanya berangkat dari tujuan dan kepercayaan bukan hanya soal konten tapi bagaimana konten itu bisa menggerakkan orang untuk berbuat hal-hal yang baik, berdampak dan berpengaruh serta membawa aksi nyata". 

Najwa Shihab dan Saya, Image by Nanda Yusnita
Najwa Shihab dan Saya, Image by Nanda Yusnita

Ketika mencermati pencapaian yang dicapai oleh Mba Nana memang tak ada hentinya memukau diri pribadi. Memulai perjalanan karirnya sebagai wartawan, wakil pemimpin redaksi, memiliki program televisi Mata Najwa sampai melahirkan media kreatif Narasi. 

Sederetan pencapaian itu merupakan bukti bahwa ada hal yang secara terus menerus diterapkan, yaitu kodawari (kata dalam Bahasa Jepang yang berarti konsistensi). 

Ken Mogi mengatakan "Salah satu aspek terpenting yang tertanam pada diri orang yang memiliki kodawari adalah orang-orang yang mengejar tujuannya melampaui batas dan memiliki harapan besar yang tak masuk akal" (Ikigai: 2017, hal 43). 

Kodawari yang tertanam dalam diri Mba Nana telah membawanya pada keberhasilan hingga sampai saat ini beliau selalu memberi dampak baik dan positif kepada negeri ini melalui konten yang ia buat di Narasi Tv.

Dengan menciptakan konten yang memberi dampak baik dan positif tentunya sudah turut serta mengambil bagian dalam melukis wajah negeri. 

Saya pribadi meyakini apapun bentuk konten yang disajikan dalam dunia digital entah itu lewat podcast, youtube, instagram atau platform lainnya, ada dampak yang tak terlihat seperti misalnya membuat orang lain menjadi paham terhadap hal yang belum dipahami, membangkitkan semangat dan gelora untuk mencapai hal yang lebih atau bahkan sampai membuat orang lain berpikir ulang terhadap hal-hal yang dilakukan. 

Setali dengan itu, podcast 30 days of lunch rasa-rasanya mempunyai konten yang memberi banyak nutrisi kepada otak. Berangkat dari kesadaran Ruby (salah satu host dan inisiator 30 days of lunch) podcast ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan yang seharusnya diketahui lebih awal oleh anak muda berada di umur dua puluh tahunan. Ungkap Ruby di Gordi HQ Jakarta Selatan (13/08/2019) "Wah gila hidup gue mungkin bakalan beda banget kalau gue tau hal-hal yang seharusnya gue tau di umur dua puluh tahunan. 

Dan kalau gue aja butuh, harusnya ada orang lain diluar sana yang butuh juga". 30 days of lunch membahas berbagai topik-topik yang sangat menarik, dimulai dari pengembangan diri, gaya hidup, keuangan sampai investasi. 

Dalam podcast ini, tentunya Fellexandro Ruby tak sendirian, ia ditemani Ario Pratomo dalam setiap episodenya dan turut mengundang sosok inspiratif untuk berbagi cerita dan mendiskusikan suatu topik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun