Mohon tunggu...
Andesna Nanda
Andesna Nanda Mohon Tunggu... Konsultan - You Are What You Read

Kolumnis di Kompas.com. Menyelesaikan S3 di Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Mengevaluasi Peran Merek untuk Bisnis Berkelanjutan

9 September 2021   07:35 Diperbarui: 9 September 2021   17:03 871
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mari kita uji premis tersebut, misalkan ketika kamu ingin makan mie instan, kira-kira merek apa yang pertama kali muncul?

Atau saat kamu memesan minuman di restoran cepat saji, kira-kira kamu akan otomatis mengatakan merek apa?

Misalnya lagi ketika tangan kita terluka dan butuh plester, apa merek plester luka yang langsung kamu ucapkan?

Kembali ke Mercedes-Benz, mereka berhasil membangun merek mereka dengan saat baik. Sehingga membuat konsumen rela mengeluarkan sejumlah uang (yang sudah pasti) di atas harga mobil rata-rata. 

Memori konsumen akan tetap ingat ketika mereka akan membeli mobil yang berikutnya hati mereka sudah terpatri logo bintang segitiga legendaris dari Mercedes-Benz tersebut.

Hal Yang Harus Dilakukan Perusahaan

Untuk membangun merek yang kuat jelas penting dan merupakan prioritas perusahaan. Namun membangun merek yang kuat tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu semalam.

Butuh proses, biaya, segmentasi, dan strategi yang tepat sasaran agar efeknya jangka panjang.

Merek adalah cerita mengenai produk kita. Beberapa merek bahkan telah sampai ke level di mana tidak ada persaingan saking kuatnya merek tersebut di hati dan persepsi konsumen.

Untuk menuju ke arah sana, beberapa hal bisa dilakukan perusahaan sebagai berikut:

1. Memahami posisi awal produk

Langkah awal ini merupakan fondasi langkah-langkah berikutnya. Jauh sebelum kita panjang lebar membahas merek, langkah awal adalah pahami dulu apakah produk kita telah memberikan solusi ke konsumen atau belum.

Sebagus apa pun cerita mengenai merek yang coba kita bangun namun produk kita tidak memberikan solusi maka semua akan menjadi percuma.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun