Mohon tunggu...
Nanang Setiana
Nanang Setiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger

Imers, SEO Specialist, Web Content Writer, Web Dev, Blogger.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mandiri Amal Insani Bandung Beri Trauma Healing bagi Para Penyintas Banjir Bandang Ciledug

27 Maret 2018   09:00 Diperbarui: 27 Maret 2018   09:59 1250
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penyintas Banjir Ciledug Lor yang menjadi peserta Trauma Healling nampak antusias mengikuti taushiyah yang komunikatif dan sesuai dengan kondisi piskologis yang ada pasca banjir bandang tanggal 23 Februari 2018 (Dok. pribadi)

Metode taushiyah yang melibatkan peserta dengan pertanyaan-pertanyaan dan kuis yang menarik, menjadikan acara taushiyah Trauma Healing seperti ini lebih efektif.

Suasana menjadi lebih hidup, saat jamaah masjid peserta Trauma Healing diminta mengulang kalimat yang disampaikan oleh Ustadz Qodrat SQ yaitu tentang "Mencintai yang dicintai oleh yang tercinta adalah mencintai yang tercinta". 

Dari sekian banyak remaja dan dewasa yang mencoba mengulangi kalimat tersebut, tidak ada satupun yang berhasil mengulangi secara sempurna. Tawa ceriapun terlihat di wajah jamaah masjid peserta Trauma Healing. 

Pemaparan yang sederhana, penuh makna, diselingi pertanyaan-pertanyaan unik menjadikan acara Trauma Healling lebih efektif (dok. pribadi)
Pemaparan yang sederhana, penuh makna, diselingi pertanyaan-pertanyaan unik menjadikan acara Trauma Healling lebih efektif (dok. pribadi)
Banyak nasihat yang baik yang disampaikan oleh Ustadz Qodrat pada acara ini, sebagai oleh-oleh warga yang menjadi peserta taushiyah Trauma Healing ini adalah mengenai hikmah banjir yang dapat merubah musibah menjadi berkah, diawali dengan kesadaran bahwa masih selamatnya kita dari musbah banjir adalah semata-mata agar ada peningkatan kecintaan kita kepada Allah, juga kepada tetangga kita, sesama kita. 

"Mencintai yang dicintai Allah adalah sama artinya dengan mencintai Allah", Pesan Ustadz Qodrat SQ kepada para jamaah masjid peserta Trauma Healling.

" Alhamdulillah, saya merasa bersyukur ada kegiatan seperti ini. Saya setuju bahwasanya hikmah banjir adalah mengubah musibah menjadi berkah. Saya merinding untuk mengatakannya, pada prinsipnya saya ke depannya siap untuk lebih banyak membantu tetangga sekeliling saya semampu saya. Saya siap mulai berinfak semampu saya. Acara seperti ini membuat saya semakin sadar bahwa saling tolong-menolong itu sangat  diperlukan di masyarakat kita" Kata Mumuh, Ketua RT 03/RW 01 Desa Ciledug Lor yang turut menghadiri acara.

Trauma Healling di PAUD Syarif Hidayatullah

Kak Ami menjadi pendongeng dalam acara Trauma Healling untuk anak-anak Penyintas Banjir di PAUD Syarif Hidayatullah Ciledug Lor (dok. pribadi)
Kak Ami menjadi pendongeng dalam acara Trauma Healling untuk anak-anak Penyintas Banjir di PAUD Syarif Hidayatullah Ciledug Lor (dok. pribadi)
Berbeda suasana tentunya antara di PAUD Syarif Hidayatullah dengan di masjid Syarif Hidayatullah. Penyampaian Trauma Healing di PAUD Syarif Hidayatullah disampaikan melalui metode Dongeng untuk Anak oleh Kak Ami dari Bandung.

Anak-anak nampak antusias mengikuti acara. Mulai dari santri PAUD sampai santri Madrasah Diniyyah hadir mengikuti acara ini. 

Kak Ami menyampaikan dongeng dengan boneka lucu. Kepiawaiannya dalam menyampaikan dongeng membuat suasana kebersamaan dengan anak-anak penyintas Banjir Bandang di Ciledug Lor menjadi lebih hidup lebih positif.

Wahyu santri PAUD berusia 5 tahun menyampaikan kesan unik, "Dongengnya seru, lucu. Kakak-kakaknya baik. Seneng dapat makanan". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun