Mohon tunggu...
Najmie Zulfikar
Najmie Zulfikar Mohon Tunggu... Administrasi - Putra : Hamas-ruchan

Pe[ngen]nulis | Konten Kreator YouTube | Channel : James Kalica

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Menelisik Prabowo di Debat Keempat Capres

2 April 2019   11:28 Diperbarui: 2 April 2019   12:37 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan pernyataan tersebut, terlihat jika memang capres 02, Prabowo adalah seorang yang Pancasilais. Bahkan dalam kesempatan ini, juga ditekankan dalam statementnya :" saya rela mengorbankan nyawa, demi bangsa Indonesia" tuturnya.

Sesi Kedua, Pemerintahan

Pengalaman adalah guru yang terbaik dari setiap individu. Nampaknya itulah alasan kenapa capres 01, Joko Widodo mampu memberikan pemaparan yang matang terkait dalam pemerintahan. Pengalamannya menjadi Walikota, Gubernur, dan Presiden seolah menjadi bukti jika itu adalah guru yang terbaik. Bukan hanya pandai mengatur strategi, malainkan juga mengambil kebijakan.

Dalam konsep pemerintahan beliau menunjukan how to make a good government? Sehingga memunculkan cara-cara seperti e-government, e-governor, e-budgeting. Inilah cara-cara yang dilakukan untuk menuju pemerintahan yang baik (good government). Karena membangun negara tak seperti membalikkan telapak tangan, melainkan harus ada step by step yang harus dilewati.

Sebaliknya, jika mengamati apa yang disampaikan oleh capres 02, Prabowo Subiyanto dalam tema pemerintahan tidak menyentuh (bagaimana cara atau how to) dalam memberikan konsep pemerintahan. Hal yang disampaikan cenderung gamang, sehingga tidak mengarah pada substansi yang diinginkan.

Bahkan disela-sela debat, Prabowo Subiyanto cenderung mengulang-ulang pernyataan debat sebelumnya seperti kemiskinan, ekonomi, rakyat menderita. Hal ini mengakibatkan rakyat ataupun penonton menjadi bosan. Mungkin itulah mengapa pentingnya jika pengalaman adalah guru yang terbaik bagi seseorang.

Sesi Ketiga, Pertahanan dan Keamanan

Penulis mengamati debat sesi ketiga capres penantang, Prabowo Subiyanto terlihat mendominasi jalannya debat. Tak dipungkiri pengalamannya di dunia militer menjadi alasannya. 

Ada kecenderungan yang ditangkap penulis bahwasannya apa yang disampakaikan oleh Prabowo adalah mengedepankan strategi-strategi dalam Pertahanan dan Keamanan. Tidak adanya kebijakan yang diambil seperti apa? Mengingat peran Pemimpin juga harus jeli dalam membaca iklim dunia, mengatur strategi dan juga mengambil kebijakan.

Hal ini terlihat saat beliau menyampaikan bahwa anggaran pertahanan dan keamanan lebih kecil dibangdingkan negara-negara lain seperti Singapura maupun Vietnam yang jauh lebih besar. Kemudian meminta pangkalan udara (bandara), pelabuhan, stasiun untuk tidak dikuasai oleh asing. Dan juga menambah alutsista yang masih sedikit dan juga masih kalah canggih dengan negara-negara lain.

Semua itu merupakan strategi-strategi yang ditempuh dalam memperkuat pertahanan dan keamanan. Tidak disinggung pula bagaimana kebijakan yang diambil jika saat ini iklim dunia sedang terjadi perang teknologi dan juga perang dagang. Mengatur Anggaran Pendapatan Badan Negara (APBN) untuk prioritas yang diutaman agar dapat bersaing dan juga menjaga keseimbangan negara. Padahal beliau selama ini sangat concern dengan ekomomi, namun sepertinya kurang memahaminya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun