Mohon tunggu...
Nailul ElMaghfir
Nailul ElMaghfir Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis. Jurnalis. Mahasiswi

Mahasiswi Ekonomi yang menyukai sastra. Berfokus pada literasi Ekonomi Syariah di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan menuliskan hal lain seperti pariwisata.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Sudah Benarkah Ekonomi Islam Masa Kini?

22 Agustus 2019   20:20 Diperbarui: 22 Agustus 2019   20:23 81
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Islam lebih utama ketimbang seluruh agama-agama lain dan Islam meruapakan agama yang paling sempurna dan rasional. Jika seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa terhadap keyakinan suci ini, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walau hanya dengan membersitkan setitik keraguan kepada saya". (Albert Einstein)

Ekonomi Islam is Belief or Science?

Islam merupakan agama yang sempurna. Dalam islam, tidak ada istilah sekularisme atau pemisahan urusan umum dengan urusan agama, termasuk di dalamnya tentang urusan ekonomi. Sebab Islam telah mengatur semua aspek kehiudpan manusia sehingga dalam bidang apapun, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan juga telah diatur dalam agama.

Seperti kata Albert Einstein, science without religion is lame religion without science is blind, maka dalam ranah ekonomi Islam yang sedang eksis dalam era modern ini, muncul pertanyaan ekonomi Islam is belief or science?

Pertanyaan itu muncul saat terdapat istilah islamisasi ekonomi. Banyak orang beranggapan bahwa ekonomi Islam bukanlah ilmu pengetahuan,melainkan sebuah doktrin agama. Jika ekonomi islam adalah belief, mengapa ekonomi islam diajarkan dalam perguruan tinggi? Pertanyaan-pertanyan serupa yang lainnya akan muncul seiring dengan rasa ingin tahu manusia yang semakin tinggi. Sebelum membahas tentang hal tersebut, ada baiknya kita mengetahui apa itu sebenarnya belief and science.

Menurut Bernard Arief Sidharta, istilah lain doktrin adalah ajaran. Ajaran itu juga dapat disamakan dengandoktrin, doktrin ini merupakan tampungan dari norma sehingga dokrin menjadi sumber hukum. Sedangkan science menurut Albert Einstein adalah sebuah bentuk upaya atau kegiatan yang memungkinkan dari berbagai variasi atau pengalaman inderawi mampu membentuk sebuah sistem pemikiran atau pola pikir yang secara rasional seragam yang kemudian mampu dibuktikan secara ilmiah.

Dari pengertian tersebut, dapat kita ketahui bahwa Islam adalah doktrin. Sedangkan ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan pengertian Islam dalam kitab safinatunajah merupakan sebuah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dan pengatur kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat. Sedangkan, pengertian ekonomi Islam menurut Nejatullah Shiddiq adalah jawaban-jawaban dari para ilmuwan muslim terhadap tantangan ekonomi dengan menggunakan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman untuk menyelesaiakan masalah-masalah ekonomi, dimana ekonomi Islam menjadi sebuah back down dari Al-Qur'an dan Hadist yang kemudian dijadikan sebagai badan dari tubuh ilmu itu sendiri.

Selanjutnya, ketika kita sudah mengetahui bahwa ekonomi Islam merupakan sebuah ilmu karena ekonomi Islam merupakan hasil dari pemikiran para ilmuwan muslim, maka muncul pertanyaan lain, sudah benarkah ekonomi Islam yang ada saat ini? Jika sudah benar, mengapa ekonomi Islam belum bisa membawa Negara ini pada kesejahteraan yang sebenarnya?

Maka, jawaban yang paling tepat yang bisa diberikan adalah karena alasan itulah ekonomi Islam harus diajarkan dalam perguruan tinggi agar ekonomi Islam terus dikaji secara teoritis oleh para dosen yang kemudian disalurkan pada mahasiswanya yang nantinya akan dipraktekkan sendiri dan disalurkan kembali pada masyarakat sehingga praktek-praktek ekonomi Islam yang terjadi di lembaga keuangan syariah memenuhi syarat dan rukun yang berlaku dalam syariat sehingga pelaksaannya pun bisa sesuai dengan teori-teori yang telah dikaji dan diajarkan.

Ingatlah, disini bahwa yang paling haq atau benar adalah agama Islam, bukan ekonomi Islam, karena ekonomi Islam adalah hasil dari pemikiran para ilmuwan muslim yang menginterprestasikan dari apa yang ada dalam Al-Qur'an dan Hadist sehingga masih perlu dikaji dan terus dikaji agar pelaksanaan dan praktek ekonomi Islam yang ada benar-benar berjalan sesuai syariat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun