Mohon tunggu...
nailal hananaw
nailal hananaw Mohon Tunggu... seorang pelajar

saya belaar

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pemberdayaan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

13 Juli 2020   14:30 Diperbarui: 13 Juli 2020   14:22 1 0 0 Mohon Tunggu...

KKN Universitas Sebelas Maret di tahun 2020 ini dilaksanakan berbeda dengan kegiatan KKN di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, KKN ini dilaksanakan disaat dunia sedang mengalami pandemic COVID-19 dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak atas wabah tersebut. Hal ini membuat KKN UNS merubah sistemnya yang dulu diterjunkan langsung kelapangan menjadi dilokasi tempat tinggal masing-masing secara mandiri. Dimana mereka diharapkan untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan mengedukasi masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan diwilayah sekitar tempat tinggal mereka.

Salah satu dari KKN era COVID-19 ini, di dilakukan oleh salah satu mahasiswa yang bernama Nailal Hanan Amnil Wafa. Dirinya merupakan  mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret jurusan Akuntansi yang melaksanakan KKN era COVID-19 diwilayah RT 03 RW 03 Sungingan kudus sesuai dengan domisili mahasiswa.  Dengan bimbingan dari Dr.Eng.Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T., dirinya mampu melaksanakan kegiatan KKN yang dinilai membantu dan bermanfaat oleh masyarakat sekitar. Kegiatan yang dilakukan mampu memberikan pemahaman atas COVID-19 dan mencegah penyebarannya dengan melakukan protocol di wilayah KKN tersebut

KKN-Covid yang dilaksanakan Nailal di ini berlangsung secara daring, dimulai pada tanggal 1 Mei hingga 17 Juni 2020. Nailal melaksanakan program kegiatan KKN dengan melakukan penyuluhan masker dan Pengedukasian Terkait Seputar informasi COVID- 19. Selain itu juga pembuatan tempat cuci tangan yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat untuk sering cuci tangan.

Masyarakat sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan masyarakat untuk menggunakan masker. Hal ini terlihat ketika melaksanakan sholat jumat dan sholat idul fitri sebagian masyarakat menggunakan masker dan membawa alat ibadah masing-masing. Bahkan dari warga RT 03 melakukan penyemprotan 2 kali dalam seminggu. Akan tetapi kepatuhan protocol tersebut meredup ketika new normal diumumkan. Hal ini dikarenakan warga merasa mematuhi protocol kesehatan akan tetapi COVID-19 tetap berlangsung.

Masyarakat berharap tidak hanya penghimbauan protocol kesehatan saja. Akan tetapi juga berita baik seperti anak-anak dapat bersekolah di gedung sekolah mereka dan tidak ada lagi COVID-19.

VIDEO PILIHAN