Mohon tunggu...
Nabial Chiekal Gibran
Nabial Chiekal Gibran Mohon Tunggu... Apoteker - Farmasis / Penikmat Film / Pembaca Buku / Penulis Tulisan Ringan

Berbagi sudut pandang demi mendapatkan kesepahaman. Email peracikobat@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Menerima Kesalahan adalah Langkah Awal dari Pembenahan

3 Oktober 2022   09:55 Diperbarui: 3 Oktober 2022   10:05 75 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
photo by elisabeth wales via unsplash

Manusia adalah mahluk yang egois nan absurd. Maka dari itu kita diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal dan belajar. Seringkali manusia melakukan kesalahan, dan hal itu disebabkan oleh ulahnya sendiri. Akan tetapi manusia memang egois bukannya mengakui ia malah mencari alasan penyangkalan yang masuk akal bagi dirinya. Ya betul menyalahkan manusia lain, menyalahkan keadaan, dan menyalahkan peristiwa. 

Musuh terbesar manusia itu adalah dirinya sendiri, dan itu benar adanya. Manusia itu penakut ia takut melakukan kesalahan yang dimana salah itu wadah belajar. Membiarkan masalah menjadi bola salju yang menggelinding menjadi masalah besar. 

Sejatinya masalah tiap manusia itu sederhana tapi, kita kadang tidak bisa mengedepankan pikiran jernih malah menggunakan perasa yang keruh. Menggunakan perasaan untuk mengambil keputusan dan menggunakannya sebagai satu-satunya pertimbangan adalah kesalahan. 

Padahal kita diciptakan dengan kemampuan berpikir. Rasanya memang butuh waktu untuk menyelaraskan perasaan dan logika kita. Harus beriringan tidak bisa saling mendahului. 

Jika kita saat ini sedang ada masalah ya terima saja dulu kesalahan itu. Menerima kesalahan bukan menandakan kita lemah. Menerima kesalahan ialah menghilangkan rasa gundah yang membuat kita gusar. Dengan menerima perasaan itu dan mengakuinya ada rasa lega yang sedikit membuat diri ringan. 

Ya memang tidak menghilangkan permasalahan tapi, setidaknya bisa meringankan langkah kaki untuk melangkah melakukan pembenahan diri. Butuh waktu dan rasanya cukup sulit untuk menerima hal-hal itu. Ya kita memang mahluk egois yang tidak mau menerima kesalahan bahkan yang diperbuat oleh diri sendiri.

Percayalah semua akan berlalu tidak ada keabadian dalam dunia fana ini. Memperbaiki dan melakukan pembenahan adalah salah satu esensi menjadi manusia. Kita bukan mahluk yang diciptakan untuk sempurna, dan ya kita memang diciptakan untuk kembali pada Maha Pencipta. 

Kita tidak dituntut untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sanggupi. Setidaknya kita sudah berani mencoba. Tidak apa melakukan hal baru  sambil membawa keresahan tak lama juga kita akan belajar beradaptasi. Dan tidak apa pula kita melakukan kesalahan toh memang kita hidup baru pertama kali. Sadari dan terima kesalahan adalah langkah awal untuk perubahan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan