Nindy Prisma
Nindy Prisma Karyawan Swasta

...Real Eyes Realize Real Lies...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Hilangnya Jakarta dari Daftar Tuan Rumah Proliga 2017

29 Desember 2016   21:40 Diperbarui: 5 Januari 2017   16:48 876 3 1
Hilangnya Jakarta dari Daftar Tuan Rumah Proliga 2017
Jakarta Elektrik PLN menjamu Surabaya Samator di Hall Basket Senayan, Jakarta pada Proliga 2016| @nindyprisma

Usai sukses menggelar Liga Voli Indonesia (Livoli) pada awal Desember lalu, sederet agenda sudah menanti untuk segera dilaksanakan oleh PB PBVSI sebagai organisasi yang menaungi olahraga bola voli. Salah satu agenda terdekat yang akan segera bergulir adalah Proliga 2017.

Liga Voli Profesional yang tidak saja diikuti oleh pemain lokal tapi juga pemain asing ini  akan mulai digelar pada 27 Januari 2017 hingga 23 April 2017. Dari jadwal yang dirilis PBVSI beberapa waktu lalu ada 8 kota yang menjadi tuan rumah kompetisi tersebut, diantaranya adalah Malang, Palembang, Batam, Gresik, Surabaya, Solo, Bandung dan Yogyakarta.

Ada yang menarik dari jadwal Proliga 2017 ini, salah satunya adalah Malang yang mendapat kehormatan menggelar dua seri yakni seri pertama di putaran pertama dan seri ketiga di putaran kedua. Namun, yang lebih menarik dan jadi sorotan dari pemilihan kota tersebut adalah hilangnya Jakarta dari daftar tuan rumah Proliga.

Ini jadi kali pertama Jakarta tidak masuk dalam daftar kota yang disambangi oleh kompetisi kasta tertinggi voli nasional itu. Bukan tanpa sebab memang, jika Jakarta akhirnya harus rela terdepak dari daftar tuan rumah. Hal ini dikarenakan adanya renovasi besar-besaran pada beberapa venue/tempat pertandingan di kawasan Gelora Bung Karno untuk menghadapi Asian Games 2018 dan Hall Basket Senayan yang biasanya menjadi tempat dilaksanakannya Proliga turut masuk dalam daftar venue yang direnovasi.

Tidak adanya seri Jakarta tentu saja membuat para penggemar voli atau volimania terutama mereka yang berdomisili disekitaran Jabodetabek kecewa, karena dipastikan mereka tidak bisa menikmati aksi tim di Proliga 2017. Beberapa volimania sangat menyayangkan hal tersebut, salah satunya adalah Aat Windradi, volimania asal Depok yang setiap tahun tidak pernah melewatkan untuk menonton Proliga terutama seri Jakarta.

“Ya pasti kecewa karena Proliga tidak ada di Jakarta. Sebenarnya kan ada beberapa GOR di Jabodetabek yang cukup layak dipakai Proliga selain Senayan, seperti misalnya Britama Sport di Kelapa Gading.” jawab Aat.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh Khosim Ebes, volimania asal Tangerang yang bahkan mengatakan jika mungkin dirinya tidak akan bisa menyaksikan Proliga 2017 karena lokasi pertandingan yang jauh dari domisilinya.

“Tempat pertandingan paling dekat itu Bandung, tapi perjalanan Tangerang-Bandung saat ini harus ditempuh selama berjam-jam. Jadi kemungkinan tahun depan saya tidak bisa nonton Proliga.” ujar volimania yang biasa dipanggil dengan Uyiek ini.

Meski kecewa Uyiek juga sebenarnya mendukung jika Proliga tidak hanya digelar di kota besar saja, karena olahraga bola voli sebenarnya memiliki penggemar yang banyak justru di kota-kota kecil. 

“Pengalaman menonton Livoli di Blora, penontonnya luar biasa banyak. Mungkin memang sebaiknya tempat pertandingan Proliga  dipindah ke kota-kota kecil, agar voli lebih dikenal dan dicintai masyarakat, terutama mereka yang berada didaerah yang jauh dari kota besar.”

Pertimbangan dalam penentuan suatu kota layak dijadikan tuan rumah Proliga salah satunya adalah adanya usulan dari tim peserta. Tim yang sudah memastikan diri ikut berhak memilik kota yang akan dijadikan markas mereka dan diusulkan pada Panitia Pelaksana (Panpel) Proliga. Hal tersebut diungkapkan Luthfi Sukri selaku Humas PB PBVSI.

“Setiap tim berhak mengusulkan kota mana yang akan dijadikan markas dan tuan rumah, dan jika kota yang dipilih belum pernah menjadi tuan rumah event bola voli, maka panitia akan melakukan survei dan seleksi terhadap kota tersebut.” 

Survei dan seleksi yang dilakukan bukan hanya pada tempat pertandingan utama saja, tapi juga sarana pendukung lainnya, seperti lapangan diluar venue utama yang bisa digunakan untuk latihan tim-tim peserta, tempat menginap serta akses transportasi.

Pada Proliga 2017 yang baru akan bergulir satu bulan lagi, pelaksanaannya akan dibagi menjadi tiga putaran, dimana 2 putaran babak penyisihan dan satu putaran final. Putaran pertama akan dimulai di Malang pada 27-29 Januari 2017, dilanjut ke Palembang 3-5 Februari 2017  dan berakhir di Batam pada 10-12 Februari 2017.

Ada rehat 2 minggu sebelum putaran kedua digelar, kali ini Gresik yang menjadi tuan rumah di seri pertama putaran kedua yang direncanakan akan berlangsung pada 3-5 Maret 2017, dilanjutkan dengan seri Surabaya, 10-12 Maret 2017 dan kembali lagi ke Malang pada 17-19 Maret 2017.

Sritex Arena Solo akan menjadi area tempur di  seri perdana putaran Final Four atau babak 4 besar pada 7-9 April 2017. Pertempuran gelar juara selanjutkan akan beralih ke Ctra Arena Bandung, 14-16 April 2017 dan partai puncak Proliga 2017 akan digelar di kota Gudeg, Yogyakarta pada 23 April 2016.

Ada 12 tim yang akan bertarung di Proliga tahun depan, enam tim di bagian putra adalah Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta BNI Taplus, Palembang Bank Sumse Babel, Batam Sindo BVN dan Surabaya Bhayangkara Samator. Sementara persaingan di sektor putri juga akan diramaikan oleh enam tim, yaitu Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Batam Sindo BVN, Gresik Petrokimia dan tim putri yang kembali lagi setelah lama vakum Bandung Bank Jabar Banten.

Masih ada waktu satu bulan bagi para penggemar voli tanah air untuk merencanakan perjalanannya guna memuaskan hasrat menonton Proliga 2017. Jadi persiapkan diri Anda untuk kembali menjadi saksi perjuangan enam tim putra dan enam tim putri demi mengangkat trofi Proliga 2017. Sampai jumpa di Proliga tahun depan. (ndy)