Mohon tunggu...
myusuf298
myusuf298 Mohon Tunggu... Administrasi - semangat berbagi

hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Money

Belajar Menjadi Investor

6 Februari 2012   03:21 Diperbarui: 25 Juni 2015   20:00 934
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Setelah lebih dari lima tahun bergulat dengan berbagai kesulitan bisnis, melalui perenungan mendalam, saya menemukan beberapa kunci yang sangat penting. Kenapa penting? Karena kunci ini memberi lompatan bisnis dari semula sebagai pelaku bisnis konvensional. atau pengusaha, menjadi investor.

Tulisan ini mendefinisikan pengusaha sebagai pelaku bisnis yang membangun perusahaan, mengembangkan dan memeliharanya untuk terus tumbuh membesar. Seperti halnya keluarga, perusahaan dianggap sebagai bagian dari kehidupannya. Dia akan terus memeliharanya bagaikan anak sendiri. Bahkan ketika merugi pun dia akan terus berusaha semaksimal mungkin menghidupi dan memperbaikinya.

Sedangkan yang dimaksud penanam modal atau investor adalah pelaku bisnis yang mencari margin dari setiap investasi yang ditanamkan. Namun demikian tulisan ini tidak mencakup para pemain saham di bursa yang sering disebut juga sebagai investor. Investor bisa saja membangun perusahaan sendiri, namun tidak berpikir harus memilikinya sampai mati. Jika ada pihak lain yang tertarik dan memberi margin cukup, dia akan segera menjualnya. Investor juga rajin mencari perusahaan yang dipandangnya mampu memberi margin di waktu mendatang.

Namun demikian pemikiran saya hanya fokus pada jenis investor yang membangun perusahaan dan memastikan berjalan baik, kemudian membangun lagi yang baru, dan begitu seterusnya.

Apa yang saya pikirkan barulah sebatas konsep. sama sekali belum saya coba di lapangan. Sehingga kemungkinan kesalahan dan ketidaktepatan pastilah ada. Karenanya saya ingin segera mencobanya secara bertahap, suatu saat!

Saya meyakini kunci ini merupakan salah satu yang dilakukan para pebisnis besar dan konglomerat. Karenanya saya sangat ingin mengkonfirmasi hal ini kepada beliau-beliau, suatu saat. Semoga kesempatan itu datang.

Kunci 1 : Memilih Jenis Bisnis

Di lapangan akan kita jumpai ribuan bisnis yang bisa kita coba. Kita harus cermat memilih, bisnis apa yang prospektif. Pertimbangan memilih jenis bisnis antara lain: Pertama, prospek bisnis. Untuk hal ini kita bisa mempelajari teori 5 Force Porter. Kedua, passion atau minat. Setiap orang punya minat yang berbeda. Kenali minat anda dan pilih jenis bisnis yang berkaitan. Ketiga, pemahaman dan keahlian terhadap bisnis tersebut. Keempat, kekuatan finansial.

Bagaimana kalau salah pilih? Tidak masalah. Keputusan memang tidak harus selalu benar. Jika salah memilih, kita bisa lakukan alternatif jalan terus atau berhenti. Kita bisa jalankan terus bisnis tersebut dengan pertimbangan kita sudah cukup paham dan mendalami bisnisnya. Saya yakin dengan pemahaman yang mendalam dan keuletan kita bisa sukses. Namun jika kita belum melangkah jauh dan tahu bisnis tersebut kurang tepat, kita bisa berhenti dan ambil bisnis lain yang lebih prospektif.

Kunci 2 : Alokasi Sedikit Modal

Alokasi modal merupakan bahasan yang sangat menarik. Dan karena inilah saya tertarik untuk menulis artikel ini. Kenapa menarik? Karena ternyata investor tidak perlu menempatkan dana banyak untuk perusahaan yang harus dibangun. Mungkin dia hanya butuh 20 persen dan sisanya akan diperoleh dari pihak lain. Dengan modal itu, kelak dia akan menguasai seluruh aset perusahaan. Bagaimana melakukan hal tersebut? Begini resepnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun