Mohon tunggu...
Muhammad Wislan Arif
Muhammad Wislan Arif Mohon Tunggu... profesional -

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Serangan Stroke Yang Se-mena-mena, Mengapa ? [Features -28]

29 Agustus 2010   02:54 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:37 274
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Si Ita sedang mengamati koleksi anggrek dan anthuriumnya --- masih pagi, pandangannya mendua, dan gelap, ia berpegangan pada tiang --- melesot terkulai. Ita masih sangat muda, berumur 32 tahun.

Marthens, seorang karateka berumur 56 tahun, olahragawan sejak muda --- tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan --- ia pensiunan, yang dapat jaminan fasilitas kesehatan. Ia yakin bahwa tubuhnya prima. Di pagi hari sedang berkebun, dalam keadaan berjongkok --- ia rebah di serang stroke.

Haji Ridwan, 68 tahun --- sehat-sehat saja, hidupnya teratur, setelah pensiun ia masih aktif berbagai kegiatan rohani, aktif ber-organisasi, dan ia masih pedagang meriah di pasar yang ramai, dan menggembirakan hidupnya --- dikabarkan diserang stroke setelah berbuka puasa, dilarikan ke rumah sakit.

Serangan stroke yang mematikan, paling tidak mencacatkan, menyerang manusia berbagai tingkat umur. Di Indonesia serangan mematikan ini telah tergolong pembunuh yang paling banyak memakan korban. Konon gejala itu di dunia menonjol dalam dekade belakangan ini, di penghujung Abad 20. Di Indonesia pun trendnya demikian.

Memang sejak dulu serangan stroke dianggap penyakit yang tidak dapat diduga, bisa terjadi kepada siapa saja, berapa pun umurnya --- sekali terjadi tidak ada lagi tindakan efektif yang bisa dilakukan. “…..Tetapi dalam data ilmiah terakhir secara meyakinkan telah membuktikan hal yang sebaliknya……….” (Pendahuluan, Stroke, buku karangan dr. Valery Feigin, PH.D., PT Bhuana Ilmu Populer, Kelompok Gramedia, Jakarta 2006).

Dari teks berbagai artikel, dan pada saat konsultasi dokter, setelah didapat hasil laboratorium, pemeriksaan darah --- untuk cek kesehatan atau pun karena ada gejala gangguan kesehatan. Dokter akan menjelaskan beberapa risiko stroke yang menyangkut :

v      Akibat tekanan darah tinggi,

v      Gaya hidup, merokok,

v      Penyakit diabetes, atau yang dikenal luas sebagai penyakit kencing manis,

v      Dan fibrilasi atrium (denyut jantung tidak teratur).

Kalau pasien mengalami gejala berisiko itu, dan telah sesuai pula dengan gangguan yang dikeluhkan ---  Dokter segera tahu apakah anda tergolong pasien dengan risiko rendah apakah telah tergolong yang berisiko tinggi, terhadap serangan stroke.  Mungkin dokter memberikan resep pengobatan dan beberapa nasehat untuk menyesuaikan dengan gaya hidup sehat, dan tindakan medis  yang diperlukan.

Anda akan dianjurkan, menyesuaikan pola makan, pemeriksaan  berkala terhadap :  tekanan darah dan denyut jantung, kadar kolesterol, dan kadar gula darah.  Patuhilah.

Manusia banyak bersikap aman-aman saja, ia selalu percaya diri --- dan mengabaikan gejala sinyal dari tubuh. Menghibur diri atau malah, kuatirkan mengungkapkan kelemahan dan penyakitnya, disembunyikannya.

Ia lebih memperhatikan penyakit ringan, seperti influenza, batuk-pilek dan sakit perut --- yang sering dialaminya sejak masa kanak-kanak saja.

Ia melupakan faktor usianya yang diam-diam bertambah, status sosialnya berubah, gelombang emosi yang melanda di lingkungan keluarganya, di lingkungan kerja atau hidup bertetangga --- tingkat stress dan tekanan psikologis yang bertumpuk, dan tersimpan dalam memorinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun